Riwayat Jembatan Kaliketek Bojonegoro, Tempat Mistis Pembuangan Mayat Simpatisan PKI
Selasa, 01 Oktober 2024 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Kini rel kereta api itu sudah tak terpakai lagi, layaknya Jembatan Kaliketek sisi timur yang terbengkalai. Bahkan jembatan lama aspal - aspalnya pun sudah tak lagi tampak, tinggal rangkai baja dan besi yang masih tersisa.
Seluruh lalu lintas jembatan dialihkan ke Jembatan Kaliketek baru di sisi barat dari jembatan lama. Kendati sudah ada jembatan baru, suasana mistis dan menyeramkan masih terlihat di lokasi.
Baca juga: Kisah DN Aidit Jadikan Malang Lumbung Suara Propaganda Palu Arit di Timur Jawa
Apalagi saat malam tiba, dengan suasana gelap dan penerangan sekitar jembatan kurang. Belum lagi tiupan angin dan suara arus Sungai Bengawan Solo yang ada di bawah jembatan membuat bulu gidik merinding.
Perasaan menakutkan kian terasa saat kendaraan besar seperti truk dan bus besar melintas, yang membuat jembatan bergetar karena getaran beban kendaraan yang melintas.
Penelusuran di lokasi sejumlah makhluk tak kasat mata memang menghuni lokasi sekitar jembatan. Banyaknya tanaman liar yang tumbuh kian membuat jembatan ini tampak mistis di malam hari.
Apalagi residu energi jembatan di masa penjajahan Belanda kian terasa. Pengamatan tak kasat mata, sejumlah teriakan dan suara rintihan yang menjadi residual energi di masa lalu, masih terasa.
Konon di masa lalu Jembatan Kaliketek memakan tumbal akibat pembangunan di masa Belanda. Saat itu Belanda membangun Jembatan Kaliketek guna mengangkut hasil rempah dari Bojonegoro dan sekitarnya ke area utara di pelabuhan.
Baca juga: Misteri Mister Gendeng Sesepuh PKI yang Pengaruhi DN Aidit
Jembatan Kaliketek ini konon juga menjadi saksi bisu sejumlah pembantaian saat peperangan antara pasukan Belanda dengan masyarakat Bojonegoro yang dikomandoi Lettu Suyitno di masa Agresi Militer usai kemerdekaan.
Saat masa revolusi tragedi pembantaian orang – orang yang diduga ikut PKI di tahun 1965 lantas dibuang di Sungai Bengawan Solo, konon juga menjadi bagian dari residual energi yang kuat.
Seluruh lalu lintas jembatan dialihkan ke Jembatan Kaliketek baru di sisi barat dari jembatan lama. Kendati sudah ada jembatan baru, suasana mistis dan menyeramkan masih terlihat di lokasi.
Baca juga: Kisah DN Aidit Jadikan Malang Lumbung Suara Propaganda Palu Arit di Timur Jawa
Apalagi saat malam tiba, dengan suasana gelap dan penerangan sekitar jembatan kurang. Belum lagi tiupan angin dan suara arus Sungai Bengawan Solo yang ada di bawah jembatan membuat bulu gidik merinding.
Perasaan menakutkan kian terasa saat kendaraan besar seperti truk dan bus besar melintas, yang membuat jembatan bergetar karena getaran beban kendaraan yang melintas.
Penelusuran di lokasi sejumlah makhluk tak kasat mata memang menghuni lokasi sekitar jembatan. Banyaknya tanaman liar yang tumbuh kian membuat jembatan ini tampak mistis di malam hari.
Apalagi residu energi jembatan di masa penjajahan Belanda kian terasa. Pengamatan tak kasat mata, sejumlah teriakan dan suara rintihan yang menjadi residual energi di masa lalu, masih terasa.
Konon di masa lalu Jembatan Kaliketek memakan tumbal akibat pembangunan di masa Belanda. Saat itu Belanda membangun Jembatan Kaliketek guna mengangkut hasil rempah dari Bojonegoro dan sekitarnya ke area utara di pelabuhan.
Baca juga: Misteri Mister Gendeng Sesepuh PKI yang Pengaruhi DN Aidit
Jembatan Kaliketek ini konon juga menjadi saksi bisu sejumlah pembantaian saat peperangan antara pasukan Belanda dengan masyarakat Bojonegoro yang dikomandoi Lettu Suyitno di masa Agresi Militer usai kemerdekaan.
Saat masa revolusi tragedi pembantaian orang – orang yang diduga ikut PKI di tahun 1965 lantas dibuang di Sungai Bengawan Solo, konon juga menjadi bagian dari residual energi yang kuat.
Lihat Juga :