Pralaya Medang, Cerita Pilu Keruntuhan Mataram Kuno dan Petaka Cinta Airlangga
Minggu, 22 September 2024 - 06:08 WIB
loading...
Airlangga menjadi raja besar di tanah Jawa setelah mengembangkan Kerajaan Kahuripan. Foto/Istimewa
A
A
A
Airlangga menjadi raja besar di tanah Jawa setelah mengembangkan Kerajaan Kahuripan. Ia merupakan trah Mataram Kuno dari Dinasti Isyana era Raja Mpu Sindok.
Saat itu, Mataram Kuno memang sudah memindahkan pusat pemerintahannya ke Pulau Jawa bagian timur.
Airlangga merupakan generasi ketiga dari Mpu Sindok. Sang orang tua Sri Isanatunggawijaya kemudian menikah dengan Sri Lokapala yang menghasilkan anak bernama Makutawangsawardhana.
Baca juga: Kisah Tokoh PKI Nyono Buka Tabir Misteri Gerakan 30 September 1965
Kemudian sosok Sri Makutawangsawardhana ini menikah dengan Dharmmodayana, putra Dinasti Warmadewa dari Bali dan mempunyai tiga orang putra yakni Airlangga, Marakata Pangkaja, dan Anak Wungsu.
Sosoknya tumbuh sebagai remaja di lingkungan kerajaan. Tapi ketika memasuki usia dewasa, Airlangga nyaris tewas saat terjadi pemberontakan dan penyerangan tiba-tiba dari musuh Mataram Kuno.
Saat itu, Mataram Kuno memang sudah memindahkan pusat pemerintahannya ke Pulau Jawa bagian timur.
Airlangga merupakan generasi ketiga dari Mpu Sindok. Sang orang tua Sri Isanatunggawijaya kemudian menikah dengan Sri Lokapala yang menghasilkan anak bernama Makutawangsawardhana.
Baca juga: Kisah Tokoh PKI Nyono Buka Tabir Misteri Gerakan 30 September 1965
Kemudian sosok Sri Makutawangsawardhana ini menikah dengan Dharmmodayana, putra Dinasti Warmadewa dari Bali dan mempunyai tiga orang putra yakni Airlangga, Marakata Pangkaja, dan Anak Wungsu.
Sosoknya tumbuh sebagai remaja di lingkungan kerajaan. Tapi ketika memasuki usia dewasa, Airlangga nyaris tewas saat terjadi pemberontakan dan penyerangan tiba-tiba dari musuh Mataram Kuno.
Lihat Juga :