alexametrics

Terkait Bom Mapolres Medan, Polda Papua Imbau Warga Tetap Tenang

loading...
Terkait Bom Mapolres Medan, Polda Papua Imbau Warga Tetap Tenang
Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marzuki./Foto/Dok Okezone
A+ A-
PAPUA - Polda Papua mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik, terkait kasus bom bunuh diri di Mapolres Medan, Rabu (13/11) lalu. Meski begitu, Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marzuki mengingatakan agar masyarakat Papua tetap waspada menjaga keamanan lingkungannya. Jika mendapati gerakan–gerakan yang dinilai mencurigakan, segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. “Saya harap masyarakat Papua tidak menjadi panik, namun tetap menjadi kewaspadaan saja. Mana kala ada yang dicurigai, diharap untuk melaporkan ke kepolisian terdekat. Ada tim yang menangan itu, jangan juga main hakim sendiri,” kata Brigjen Pol Yakobus Marzuki, Kamis (14/11/2019).

Wakapolda menambahkan, tujuan para teroris adalah menciptakan ketakutan atau teror, sehingga masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik. “Jadi, jangan panik, saya sampaikan supaya semua aktivitas kita berjalan normal. Kalau panik, itu tujuan mereka tersampaikan. Namun waspada saja, terlebih Desember ada peryaan Natal Momen itu digunakan mereka teroris untuk melakukan bunuh diri, sehingga wajib waspada. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke aparat,” ujar Brigjen Pol Yakubus Marzuki.

Untuk Papua sejuk dan damai, kata Waka Polda, Polda Papua tengah mempersiapkan berbagai genda kegiatan yang sifatnya untuk merajut kerukunan antar umat beragama di Papua. “Arahan Kapolda Papua, Desember dan perayaan Natal diisi dengan kegiatan- kegiatan yang soft. Kita bersyukur di Papua dilakukan Pesparani Katolik 1 Papua yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih, kegiatan menyejukkan. Banyak kegiatan lain yang akan kita giatkan, tujuannya untuk kesejukan di Papua,” ungkap Wakapolda.



Kaitannya dengan jaringan pelaku teror bom bunuh diri, Wakapolda Papua menyebut, pihaknya menunggu informasi dari Densus 88 Anti teror Mabes Polri yang mengetahui alur jaringan pergerakan kelompok tersebut. "Kita akan cek soal jaringan apakah lama atau baru, apakah ada JAD (Jamaah Ansarud Daulah) yang ada kaitannya di Lampung atau Medan. Kita lihat apakah itu masih sama, kita menungggu dari Densus 88 saja, kita waspada saja,” tutupnya.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak