Kerajaan Sriwijaya, Pusat Peradaban Agama Buddha Dunia Cikal Bakal Dinasti Sailendra

Jum'at, 20 September 2024 - 06:06 WIB
loading...
A A A
Lokasinya yang strategis menjadikan Sriwijaya pengendali jalur perdagangan antara kawasan India dan China, yaitu dengan menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya mempunyai aneka komoditas.

Seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah, yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Kekayaan melimpah ini memungkinkan Sriwijaya memperagakan pembelian kesetiaan dari vassal-vassal-nya di seluruh Asia Tenggara.

Dengan memerankan sebagai entreport atau pelabuhan utama di Asia Tenggara, dengan memperoleh restu, persetujuan, dan perlindungan dari Kaisar China untuk bisa jualan dengan Tiongkok.

Sriwijaya senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasai urat nadi pelayaran sela Tiongkok dan India

Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya juga menjadikan Sriwijaya mengendalikan dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Berdasarkan observasi, diketahui ada temuan berupa reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja.

Hal ini terjadi karena Maharaja Dharmasetu pada abad ke-7, konon pernah melancarkan agresi ke kota-kota pantai di Indochina, disebabkan mulai ramainya Pelabuhan Champa di sebelah timur Indochina dengan para pedagang.

Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja, sampai raja Khmer Jayawarman II, pendiri kemaharajaan Khmer, memutuskan hubungan dengan Sriwijaya pada masa zaman yang sama.

Di masa penghabisan masa abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, di antaranya Tarumanegara dan Holing benar di bawah kekuasaan Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa di sana.

Letaknya yang strategis dari sisi perdagangan juga membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pengajaran agama Buddha Vajrayana, Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia.

Diantaranya pendeta dari Tiongkok I-tsing, yang memperagakan lawatan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda, India, pada tahun 671 dan 695.

I-Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah untuk sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.

Selain berita di atas, terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing, dinyatakan bahwa terdapat 1.000 orang pendeta yang berusaha bisa agama Budha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya.

Kendati secara ekonomi dan militer kuat, namun tak banyak peninggalan sejarah yang dimiliki Kerajaan Sriwijaya.

Hal ini berbeda dengan trah mereka dari Wangsa Sailendra yang berpindah ke Jawa Tengah yang banyak mendirikan peninggalan candi besar, seperti Candi Kalasan, Candi Borobudur, maupun Candi Sewu.

Tercatat, hanya ada beberapa candi - candi Buddha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera diantaranya Candi Muara Takus, Candi Muaro Jambi, dan Biaro Bahal.

Akan tetapi tak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Londo Ireng, Antek...
Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Bareskrim Polri Pastikan...
Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Akibat Cuaca Buruk Bukan Sabotase
Larangan Angkutan Batubara...
Larangan Angkutan Batubara di Sumsel Bisa Digugat ke PTUN
Rekomendasi
PSSI Masih Tunggu Kepulangan...
PSSI Masih Tunggu Kepulangan Justin Hubner untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Berita Terkini
Dokter Internship Tewas...
Dokter Internship Tewas di Apartemen Kalibata City, Diduga Loncat dari Lantai 18
Tumpukan Sampah di Pinggir...
Tumpukan Sampah di Pinggir Rel Pasar Minggu Berulang, Warga Luar Wilayah Ikut Jadi Sorotan
69 TPU Jakarta Penuh,...
69 TPU Jakarta Penuh, Masyarakat Diimbau Rencanakan Pemakaman Sejak Dini
Situasi Terkini Klinik...
Situasi Terkini Klinik Mordent, Tempat Sutrimo Tewas Mengenaskan, Masih Dipasang Garis Polisi
Perkuat Ekosistem Pelayanan,...
Perkuat Ekosistem Pelayanan, Jasa Raharja Sinergi dengan Pemprov dan Polda Jambi
Polisi Tangkap 3 Pelaku...
Polisi Tangkap 3 Pelaku Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved