alexametrics

Mucikari Berusia 18 Tahun Ditangkap, Tawarkan Mahasiswi dan Siswi SMA

loading...
Mucikari Berusia 18 Tahun Ditangkap, Tawarkan Mahasiswi dan Siswi SMA
Kepolisian Resor Kota Batu membongkar praktik prostitusi di Kota Batu, Jawa Timur dengan mengamankan Rara seorang mucikari gadis berusia 18 tahun. Foto iNews TV/Deny I
A+ A-
BATU - Kepolisian Resor Kota Batu membongkar praktik prostitusi di Kota Batu, Jawa Timur dengan mengamankan Rara seorang mucikari gadis berusia 18 tahun. Ironisnya sang gadis ini menawarkan mahasiswi dan gadis belia lulusan Sekolah Menengah Atas untuk dijadikan teman kencan pria hidung belang.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono mengatakan, Rara panggilan gadis berusia 18 tahun yang menjadi mucikari langsung ditetapkan sebagai tersangka dengan perannya sebagai penjaja mahasiswi dan gadis belia lulusan SMA.

“Siapa yang menyangka gadis belia yang belum memiliki pekerjaan tetap ini telah berperan sebagai mucikari prostitusi bagi pria hidung belang yang berkunjung ke Kota Batu,” katanya.



Seperti dua mahasiswi Surabaya dan Malang yang turut diamankan dan ditetapkan sebagai saksi yang ikut dirilis polisi Kamis siang tadi (7/11/2019).

Kepada polisi Rara mengaku mendapatkan Rp700 ribu sekali transaksi sementara "anak buahnya" mendapatkan upah Rp1 juta untuk pelayanan seksual dalam jangka waktu beberapa jam.

“Pengungkapan kasus prostitusi ini adalah laporan masyarakat dan saat dilakukan penggerebegan di sebuah hotel di Kota Batu. Polisi mendapati para gadis ini tengah berhubungan intim dan setelah diamankan mereka mengaku mendapatkan tamu dari mucikari Rara,” timpal Kasat.

Menurut Kasat semua rekaman percakapan dan transaksi bisnis terlarang ini terekam dalam HP milik Rara yang diamankan sebagai barang bukti beserta selimut dan handuk hotel, kondom serta uang tunai sebesar Rp3,4 juta.

“Akibat perbuatannya Rara kini mendekam di Rutan Mapolresta Malang dan terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun penjara karena dijerat dengan Pasal 296 KUHP junto Pasal 506 KUHP tentang prostitusi dan perlindungan perempuan,” tandasnya.
(sms)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak