Kisah Cinta Tragis Raden Ayu Lembah dan Jatuhnya Kekuasaan Amangkurat III di Kartasura
Senin, 16 September 2024 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Sudah menjadi rahasia umum yang tersebar luas di Kartasura, bahwa Raden Ayu Lembah disia-siakan oleh Amangkurat III yang lebih asyik dengan perempuan baru. Hati wanita mana yang tidak sakit diperlakukan suaminya seperti itu.
Raden Ayu Lembah pun pulang ke rumah orangtuanya. Setiap sore, dia duduk termenung di taman dengan murung. Dari jalan, setiap warga yang melihatnya pasti prihatin. Diantara yang memperhatikan, tampak Sukra dari kejauhan.
Suatu sore, Sukra menaiki kudanya yang berwarna putih, Nirwati. Kuda ini telah dibersihkan dan dihias dengan beledu hijau hingga sangat memikat. Sedang dipunggungnya, duduk Sukra dengan menggunakan pakaian terbaik.
Muslihat Sukra berhasil memecah perhatian Raden Ayu Lembah. Keduanya pun saling bertatap. Sejak itu, antara Sukra dan Lembah mulai mengenal. Makin lama, hubungan mereka makin jauh dan masuklah Lembah dalam perangkap.
Baca juga: Kutukan Mengerikan Raja Sriwijaya ke Penguasa Lokal yang Coba Membangkang
Keretakan hubungan Amangkurat III dengan istrinya Raden Ayu Lembah telah terjadi sejak awal pernikahan mereka. Setekah tiga bulan usia perkawinan mereka, Sutikna mengangkat selir baru bernama Rara Onje dari Banyumas.
Kehadiran selir baru ini sangat mengganggu Raden Ayu Lembah. Sutikna malah lebih asyik dengan selirnya. Sedangkan Lembah disia-siakan. Dia beralasan, Lembah tidak bisa memuaskan hasratnya sebagai seorang istri.
Merasa difitnah, Raden Ayu Lembah pun pulang ke rumah orangtuanya. Tetapi kepergian Lembah ke rumah orangtuanya, malah dimanfaatkan Sutikna semakin gila. Dia bahkan mengangkat Rara Onje dari selir sebagai permasurinya.
Raden Ayu lalu menulis surat tidak mau kembali ke Kartasura. Membawa surat ini, Sutikna yang bermain gila menjadi marah. Dia menuding, Lembah berkhianat terhadap suami dan meminta Pangeran Puger menghukum putrinya itu.
Baca juga: Kisah Topeng Misterius Gajah Mada, Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Situasi menjadi semakin buruk, saat surat cinta Sukra terhadap Lembah ditemukan. Mendapati putrinya bermain serong dan mencoreng kehormatan keluarga kerajaan, Pangeran Puger marah besar hingga menjadi gelap mata.
Dia lalu menyuruh ketiga putranya untuk menghukum mati putrinya Raden Ayu Lembah. Mendapat perintah itu, ketiga putra Pangeran Puger langsung lemas. Di bawah tekanan sang ayah, akhirnya eksekusi mati dilakukan.
Dalam salah satu karya lukis, tampak prosesi hukuman mati ini berlangsung tragis. Raden Ayu Lembah dihukum mati dengan cara dicekik oleh adik-adiknya. Sedang dayang-dayang Lembah, dijebloskan telanjang ke kandang macan.
Sementara Sukra dibunuh oleh orang suruhan Amangkurat III. Seperti tidak tahu malu, Sutikna lalu menikahi adik Raden Ayu Lembah, yakni Ayu Himpun. Peristiwa tragis ini juga diiringi dengan naiknya Sutikna menjadi Raja Kartasura.
Raden Ayu Lembah pun pulang ke rumah orangtuanya. Setiap sore, dia duduk termenung di taman dengan murung. Dari jalan, setiap warga yang melihatnya pasti prihatin. Diantara yang memperhatikan, tampak Sukra dari kejauhan.
Suatu sore, Sukra menaiki kudanya yang berwarna putih, Nirwati. Kuda ini telah dibersihkan dan dihias dengan beledu hijau hingga sangat memikat. Sedang dipunggungnya, duduk Sukra dengan menggunakan pakaian terbaik.
Muslihat Sukra berhasil memecah perhatian Raden Ayu Lembah. Keduanya pun saling bertatap. Sejak itu, antara Sukra dan Lembah mulai mengenal. Makin lama, hubungan mereka makin jauh dan masuklah Lembah dalam perangkap.
Baca juga: Kutukan Mengerikan Raja Sriwijaya ke Penguasa Lokal yang Coba Membangkang
Keretakan hubungan Amangkurat III dengan istrinya Raden Ayu Lembah telah terjadi sejak awal pernikahan mereka. Setekah tiga bulan usia perkawinan mereka, Sutikna mengangkat selir baru bernama Rara Onje dari Banyumas.
Kehadiran selir baru ini sangat mengganggu Raden Ayu Lembah. Sutikna malah lebih asyik dengan selirnya. Sedangkan Lembah disia-siakan. Dia beralasan, Lembah tidak bisa memuaskan hasratnya sebagai seorang istri.
Merasa difitnah, Raden Ayu Lembah pun pulang ke rumah orangtuanya. Tetapi kepergian Lembah ke rumah orangtuanya, malah dimanfaatkan Sutikna semakin gila. Dia bahkan mengangkat Rara Onje dari selir sebagai permasurinya.
Raden Ayu lalu menulis surat tidak mau kembali ke Kartasura. Membawa surat ini, Sutikna yang bermain gila menjadi marah. Dia menuding, Lembah berkhianat terhadap suami dan meminta Pangeran Puger menghukum putrinya itu.
Baca juga: Kisah Topeng Misterius Gajah Mada, Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Situasi menjadi semakin buruk, saat surat cinta Sukra terhadap Lembah ditemukan. Mendapati putrinya bermain serong dan mencoreng kehormatan keluarga kerajaan, Pangeran Puger marah besar hingga menjadi gelap mata.
Dia lalu menyuruh ketiga putranya untuk menghukum mati putrinya Raden Ayu Lembah. Mendapat perintah itu, ketiga putra Pangeran Puger langsung lemas. Di bawah tekanan sang ayah, akhirnya eksekusi mati dilakukan.
Dalam salah satu karya lukis, tampak prosesi hukuman mati ini berlangsung tragis. Raden Ayu Lembah dihukum mati dengan cara dicekik oleh adik-adiknya. Sedang dayang-dayang Lembah, dijebloskan telanjang ke kandang macan.
Sementara Sukra dibunuh oleh orang suruhan Amangkurat III. Seperti tidak tahu malu, Sutikna lalu menikahi adik Raden Ayu Lembah, yakni Ayu Himpun. Peristiwa tragis ini juga diiringi dengan naiknya Sutikna menjadi Raja Kartasura.
Lihat Juga :