Profil Hanif Radinal, Anak Menteri Zaman Soeharto yang Meninggal usai Bangunan Dieksekusi PN Jaksel
Jum'at, 13 September 2024 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Berbekal statusnya, Hanif Radinal pernah dinobatkan sebagai Raja Galuh (tanpa mahkota). Penobatan waktu itu dilakukan dengan prosesi adat di Petilasan Pangcalikan Situs Karangkamulyan.
Hanif juga diketahui menjadi Wakil Wali (Wawali) Kerajaan Galuh di bidang budaya. Sebelum akhir hayatnya, dia masih menjabat Sekretaris Umum DPP Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).
Hanif meninggal dunia usai mencoba mempertahankan asetnya yang hendak dieksekusi PN Jakarta Selatan. Namun, usaha itu membuatnya limbung dan jatuh pingsan.
Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. "Jadi saat itu sudah sakit, riwayat jantung sudah lama. Keluarganya tahu semua, sudah dilarang oleh keluarganya untuk ikut, tapi tetap ikut," kata Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key.
Jenazah Hanif dimakamkan di Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat, 13 September 2024.
Hanif juga diketahui menjadi Wakil Wali (Wawali) Kerajaan Galuh di bidang budaya. Sebelum akhir hayatnya, dia masih menjabat Sekretaris Umum DPP Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).
Hanif meninggal dunia usai mencoba mempertahankan asetnya yang hendak dieksekusi PN Jakarta Selatan. Namun, usaha itu membuatnya limbung dan jatuh pingsan.
Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. "Jadi saat itu sudah sakit, riwayat jantung sudah lama. Keluarganya tahu semua, sudah dilarang oleh keluarganya untuk ikut, tapi tetap ikut," kata Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key.
Jenazah Hanif dimakamkan di Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat, 13 September 2024.
(jon)
Lihat Juga :