Empat Terdakwa Penggelapan Saham Zangrandi Divonis 2 Tahun Percobaan
Kamis, 27 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
Empat terdakwa perkara dugaan penggelapan saham perusahaan es krim, PT Zangrandi Prima saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.Foto/SINDONews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Empat terdakwa perkara dugaan penggelapan saham perusahaan es krim, PT Zangrandi Prima, Willy Tanumulia, Grietje Tanumilia, Emmy Tanumilia dan mantan Direktur PT Zangrandi Prima, Fransiskus Martinus, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Keempat terdakwa dihukum setahun penjara dengan percobaan dua tahun penjara. Kendati dinyatakan bersalah, keempat terdakwa tidak harus menjalani hukuman badan, asal dalam kurun waktu dua tahun kedepan tidak tersangkut perkara pidana.
"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan," kata Ketua Majelis Hakim, Pudjo Saksono, Rabu (26/8/2020).
(Baca juga: Petugas Pemakaman COVID-19 di Mojokerto Mogok Kerja, Mengapa? )
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Damang Anubowo yang sebelumnya menuntut pidana 2,5 tahun penjara. Menurut majelis hakim, salah satu pertimbangan yang meringankan karena sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan korban. Menanggapi vonis ini, terdakwa menerimanya.
Keempat terdakwa dihukum setahun penjara dengan percobaan dua tahun penjara. Kendati dinyatakan bersalah, keempat terdakwa tidak harus menjalani hukuman badan, asal dalam kurun waktu dua tahun kedepan tidak tersangkut perkara pidana.
"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan," kata Ketua Majelis Hakim, Pudjo Saksono, Rabu (26/8/2020).
(Baca juga: Petugas Pemakaman COVID-19 di Mojokerto Mogok Kerja, Mengapa? )
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Damang Anubowo yang sebelumnya menuntut pidana 2,5 tahun penjara. Menurut majelis hakim, salah satu pertimbangan yang meringankan karena sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan korban. Menanggapi vonis ini, terdakwa menerimanya.
Lihat Juga :