Bioskop Kembail Dibuka, Anies Yakin Tak Bakal Jadi Kluster Baru Corona
Kamis, 27 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain menggaransi dengan adanya aturan ketat dan masukan para pakar, Anies berdalih pembukaan bioskop berkaca pada 47 negara yang juga sudah membolehkan bioskop dibuka seperti biasa. Bahkan dia menyebut di Korea Selatan bioskop di masa pandemi Covid-19 tetap dibuka. (Baca juga: Rusia Masih Optimis Rencana Pembelian Sukhoi Indonesia Berlanjut)
“Jadi, di 47 negara pada saat ini kegiatan bioskop sudah berjalan seperti biasa. Bahkan kalau orang Korea Selatan selama masa pandemi, termasuk di puncak pandemi mereka di sana, di Korea itu, bioskop tidak ditutup,” katanya.
Juru bicara pemerintah sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, dalam pembukaan bioskop dan sinema dalam masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19 harus dilakukan dengan kajian matang. “Kami, para pakar Satgas Penanganan Covid-19, telah membuat beberapa kajian selama beberapa pekan terakhir terhadap kemungkinan pembukaan bioskop dan sinema dengan mempertimbangkan berbagai hal yang penting. Terutama dari aspek kesehatan dari aspek sosial dan aspek ekonomi,” ungkap Wiku dalam konferensi pers di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, bioskop dan sinema memiliki karakteristik penting dan kontribusi penting, terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat. “Karena imunitas masyarakat juga bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental, fisik dari penonton dan masyarakat yang juga ditingkatkan. Bioskop dan sinema salah satu kontributor. Untuk itu, dalam rangka mengatasi Covid-19,” katanya.
Di sisi yang lain, Wiku menegaskan, ada beberapa pertimbangan kesehatan yang perlu diperhatikan dalam rangka pembukaan bioskop dan sinema ini di Indonesia. Pertama, harus melakukan prakondisi terkait kesiapan fasilitas pendukung. Selanjutnya aspek waktu kapan bioskop bisa dibuka, prioritas terkait gedung bioskop mana yang layak beroperasi. ”Tentu semuanya dilakukan dengan proses simulasi dan penyiapan yang matang dan selalu berkoordinasi,” katanya. (Baca juga: Sindiran Tere Liye: Pertamina Enggak Pernah Salah, yang Salah Kalian)
Sebelumnya, Kepala Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan, gedung bioskop bersama angkutan umum dan restoran merupakan tempat yang potensial terjadinya penularan. Contohnya di Leicester, Inggris, dan Spanyol yang ditandai dengan muncul kluster baru di tempat-tempat dimaksud.
“Jadi, di 47 negara pada saat ini kegiatan bioskop sudah berjalan seperti biasa. Bahkan kalau orang Korea Selatan selama masa pandemi, termasuk di puncak pandemi mereka di sana, di Korea itu, bioskop tidak ditutup,” katanya.
Juru bicara pemerintah sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, dalam pembukaan bioskop dan sinema dalam masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19 harus dilakukan dengan kajian matang. “Kami, para pakar Satgas Penanganan Covid-19, telah membuat beberapa kajian selama beberapa pekan terakhir terhadap kemungkinan pembukaan bioskop dan sinema dengan mempertimbangkan berbagai hal yang penting. Terutama dari aspek kesehatan dari aspek sosial dan aspek ekonomi,” ungkap Wiku dalam konferensi pers di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, bioskop dan sinema memiliki karakteristik penting dan kontribusi penting, terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat. “Karena imunitas masyarakat juga bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental, fisik dari penonton dan masyarakat yang juga ditingkatkan. Bioskop dan sinema salah satu kontributor. Untuk itu, dalam rangka mengatasi Covid-19,” katanya.
Di sisi yang lain, Wiku menegaskan, ada beberapa pertimbangan kesehatan yang perlu diperhatikan dalam rangka pembukaan bioskop dan sinema ini di Indonesia. Pertama, harus melakukan prakondisi terkait kesiapan fasilitas pendukung. Selanjutnya aspek waktu kapan bioskop bisa dibuka, prioritas terkait gedung bioskop mana yang layak beroperasi. ”Tentu semuanya dilakukan dengan proses simulasi dan penyiapan yang matang dan selalu berkoordinasi,” katanya. (Baca juga: Sindiran Tere Liye: Pertamina Enggak Pernah Salah, yang Salah Kalian)
Sebelumnya, Kepala Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan, gedung bioskop bersama angkutan umum dan restoran merupakan tempat yang potensial terjadinya penularan. Contohnya di Leicester, Inggris, dan Spanyol yang ditandai dengan muncul kluster baru di tempat-tempat dimaksud.
Lihat Juga :