alexametrics

Gunung Lompobattang Terbakar, Warga Mulai Mengungsi

loading...
Gunung Lompobattang Terbakar, Warga Mulai Mengungsi
Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Gunung Lompobattang membuat warga yang bermukim di sekitar wilayah tersebut mengungsi ke daerah yang lebih aman. Foto Kebakaran/SINDOnews/Herni A
A+ A-
SUNGGUMINASA - Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Gunung Lompobattang membuat warga yang bermukim di sekitar wilayah tersebut mengungsi ke daerah yang lebih aman. Seperti yang dilakukan warga di Dusun Bontosunggu Desa Rapolemba. Asap mulai menebal di dusun tersebut serta api yang semakin dekat ke permukiman, membuat masyarakat memilih angkat kaki dari rumah mereka.

"Sudah banyak warga dusun kami di Dusun Bontosunggu Desa Rappolemba mengungsi. Kebanyakan kami mengungsi ke dusun tetangga Dusun Bolopo'rong," ungkapWarga Desa Rappolemba, Ahyu Ummu Kalsum, Senin sore (21/10/2019).

Dia menjelaskan, jika api diketahui sejak Minggu (20/10/2019) pukul 09.00 Wita. Selain api semakin meluas ke permukiman, sudah ada 3 ekor sapi yang mati dan banyak rumah-rumah kebun yang terbakar.



Hingga saat ini, menurut Ahyu Ummu Kalsum api masih belum bisa dipadamkan. Selain itu kondisi juga diperparah dengan kencangnya angin.

Mengungsinya warga juga dibenarkan oleh Dg Sarro. Hal ini disebabkan karena api yang semakin meluas. "Iye masih kebakaranki Lompobattang. Tambah meluaski lagi. Mengungsimi orang Rappolemba," ucapnya.

Kepanikan warga tidak hanya terjadi di Kecamatan Tompobulu. Anti salah satu warga di Kecamatan Parigi juga mengabarkan kondisi wilayahnya melalui status WhatApps.

Dalam dua statusnya dia menyebut "Angin kencang lindungi kami ya Allah"dilengkapi dengan gambar api yang membakar lahan dan pohon. Di status selanjutnya dia menuliskan "Ya Allah kenapa semakin dekat".

Dikonfirmasi, Anti menuturkan jika api semakin membesar. Meski demikian, perkiraan titik api dari permukiman warga, masih agak jauh.

Sejauh ini yang tersentuh api, masih lahan perkebunan. Namun karena angin yang kencang sehingga dikhawatirkan api merambat lebih cepat sebelum pemadaman berhasil dilakukan.

"Masih agak-agak jauhji iya dari permukiman. Masih kebun yang terbakar. Cuma karena rata-rata pohon kering jadi cepat menyebar baru itu api terbang-terbangngi," ungkapnya.

Angin Kencang Sulitkan Pemadaman

Manggala Agni Ops Daops Gowa kesulitan memadamkan api di kawasan Gunung Lompobattang karena adanya angin kencang.

Kepala Manggala Agni Ops Daops Gowa Ishak Andi Kunna mengatakan, jika kebakaran terjadi sejak kemarin, begitupula dengan upaya pemadaman juga dilakukan sejak kemarin.

"Tapi masih sulit dikendalikan karena angin kencang dan banyak pohon roboh yang dapat membahayakan petugas," ungkapnya, Senin (21/10/2019) malam.

Menurut Ishak, sejauh ini jumlah lahan yang terbakar belum bisa dipastikan. Pihaknya masih belum bisa melakukan identifikasi karena masih dilakukan pemadaman

Saat ini,Personil Manggala Agni dibantu pihak, Polsek, Koramil, aparat desa dan kelurahan serta masyarakat setempat masih berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Dia memaparkan, meskiupaya pemadaman di malam hari lebih beresiko lagi, namun upaya pemadaman tetap dimaksimalkan agar api tidak menjangkau pemukiman. "Mohon dukungan doa agar angin dan api tidak ekstrim,"pungkasnya

Terpisah, Kapolsek Tompobulu Iptu Hasbullah mengatakan, hingga saat ini pihaknya bersama warga dan Manggala Agni masih berupaya memadamkan kobaran api.

Dia juga mengaku, upaya pemadaman api yang dilakukan warga bersama Tim Manggala Agni mengalami kesulitan disebabkan angin bertiup kencang.

"Betul lami masih dilokasi bersama warga mengupayakan pemadaman. Dari kemarin malam terbakar. Hingga saat ini kami kesulitan memadamkan api," tuturnya.

Namun Kapolsek menampik jika sudah ada warga yang mengungsi. "Untuk warga yang mengungsi belum ada. Hanya saja ada beberapa yang mengangkut barang-barang mereka lantaran arus listrik terputus akibat angin kencang yang terjadi kemarin," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak