Kelompok Suporter Tolak Politisasi Sepak Bola di Pilgub Jakarta 2024
Jum'at, 06 September 2024 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Kebanyakan dari anggota suporter adalah anak muda yang secara psikologi masih dalam proses pencarian jati diri dan cenderung labil. Karena itu, membuat dikotomi yang tajam dan memancing emosi dengan isu perbedaan identitas klub secara serampangan akan rawan memicu konflik.
Dengan segala pertimbangan tersebut, menurut Parid, politisasi isu sepak bola akan berdampak luas dan berkelanjutan ke depannya. Tidak akan selesai saat kontestasi berkesudahan, dampak perpecahan yang timbul nantinya bakal menjadi akar persoalan dan kerawanan sosial baru.
"Jangan dibuat seolah, misal A adalah pendukung Biru dan musuh dari pendukung oranye. Imbasnya tidak hanya saat Pilgub saja, pasti berkepanjangan," katanya.
Parid menilai, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erik Tohir sedang berupaya membangun harmonisasi ekosistem sepak bola. Tidak hanya berusaha meraih prestasi, visi PSSI ditafsirkannya membangun sepak bola menjadi alat perekat bangsa.
Selain mengingatkan bahaya perpecahan dampak dari politisasi isu sepak bola, Parid juga berharap para kandidat bisa memberikan perhatian dan kesempatan setara kepada seluruh kelompok masyarakat di Jakarta. Misalnya, hak mendapatkan hunian di Rusun JIS tidak hanya diberikan ekslusif kepada warga eks Kampung Bayam.
Dengan segala pertimbangan tersebut, menurut Parid, politisasi isu sepak bola akan berdampak luas dan berkelanjutan ke depannya. Tidak akan selesai saat kontestasi berkesudahan, dampak perpecahan yang timbul nantinya bakal menjadi akar persoalan dan kerawanan sosial baru.
"Jangan dibuat seolah, misal A adalah pendukung Biru dan musuh dari pendukung oranye. Imbasnya tidak hanya saat Pilgub saja, pasti berkepanjangan," katanya.
Parid menilai, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erik Tohir sedang berupaya membangun harmonisasi ekosistem sepak bola. Tidak hanya berusaha meraih prestasi, visi PSSI ditafsirkannya membangun sepak bola menjadi alat perekat bangsa.
Selain mengingatkan bahaya perpecahan dampak dari politisasi isu sepak bola, Parid juga berharap para kandidat bisa memberikan perhatian dan kesempatan setara kepada seluruh kelompok masyarakat di Jakarta. Misalnya, hak mendapatkan hunian di Rusun JIS tidak hanya diberikan ekslusif kepada warga eks Kampung Bayam.
Lihat Juga :