Pilgub Kaltim 2024, Rudy Mas’ud-Seno Aji Unggul Versi Survei LKPI
Jum'at, 06 September 2024 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Pasangan Rudy-Seno meraih 55,3% suara di kalangan generasi ini, sementara Isran-Hadi hanya memperoleh 35,9%, dengan 8,8% responden yang tidak memilih. "Dukungan dari Generasi X ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada stabilitas dan kesinambungan, mengingat kelompok usia ini cenderung lebih mengutamakan kepastian ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang," kata Togu.
Selanjutnya, kelompok Baby Boomer dan Pre Boomer (usia 59 tahun ke atas) yang berjumlah 11,4% dari total responden juga lebih banyak mendukung pasangan Rudy-Seno dengan perolehan suara 50,9%, sementara pasangan Isran-Hadi memperoleh 43,3%, dan 5,8% responden tidak memilih. "Dukungan dari generasi yang lebih tua ini penting, karena mereka biasanya lebih fokus pada stabilitas politik dan kebijakan yang memprioritaskan kesejahteraan sosial," ujarnya.
Survei LKPI juga mengungkapkan bahwa 22,3% responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan sebelum hari pemilihan, sementara 66,3% mengaku mantap dengan pilihan mereka dan 11,4% lainnya tidak tahu. Data ini menunjukkan bahwa meski ada tren elektabilitas yang jelas, sebagian pemilih masih mempertimbangkan untuk mengubah pilihan, yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pasangan calon.
Togu mengungkapkan, survei ini juga mengungkapkan bahwa dukungan dari tokoh-tokoh nasional, seperti Menteri Pertahanan dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi faktor penting dalam preferensi pemilih. Sebanyak 69,4% responden menyatakan akan memilih calon yang didukung oleh Prabowo, sementara hanya 20,3% yang tidak mempertimbangkan faktor ini, dan 10,3% menyatakan tidak tahu.
"Sementara itu, dukungan dari Megawati juga dinilai signifikan, di mana 54,2% responden memilih calon yang didukung oleh Megawati, sementara 33,2% tidak mempertimbangkan dukungannya, dan 12,6% tidak tahu. Hal ini menunjukkan bahwa endorsement politik dari tokoh nasional masih memiliki pengaruh kuat terhadap pemilih di Kaltim," ujar Togu.
Survei juga mencatat bahwa kesadaran masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada Kaltim pada November 2024 cukup tinggi, dengan 73,6% responden mengetahui jadwal pemilihan, sementara 26,4% tidak mengetahui hal tersebut. Survei ini dilakukan pada 26 Agustus hingga 4 September 2024, dengan melibatkan 1.450 responden yang berusia minimal 17 tahun atau sudah memiliki hak pilih.
“Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling, dan hasil survei memiliki margin of error sekitar 2,57% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara tatap muka menjadi metode utama dalam pengumpulan data survei ini," ujarnya.
Selanjutnya, kelompok Baby Boomer dan Pre Boomer (usia 59 tahun ke atas) yang berjumlah 11,4% dari total responden juga lebih banyak mendukung pasangan Rudy-Seno dengan perolehan suara 50,9%, sementara pasangan Isran-Hadi memperoleh 43,3%, dan 5,8% responden tidak memilih. "Dukungan dari generasi yang lebih tua ini penting, karena mereka biasanya lebih fokus pada stabilitas politik dan kebijakan yang memprioritaskan kesejahteraan sosial," ujarnya.
Survei LKPI juga mengungkapkan bahwa 22,3% responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan sebelum hari pemilihan, sementara 66,3% mengaku mantap dengan pilihan mereka dan 11,4% lainnya tidak tahu. Data ini menunjukkan bahwa meski ada tren elektabilitas yang jelas, sebagian pemilih masih mempertimbangkan untuk mengubah pilihan, yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pasangan calon.
Togu mengungkapkan, survei ini juga mengungkapkan bahwa dukungan dari tokoh-tokoh nasional, seperti Menteri Pertahanan dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi faktor penting dalam preferensi pemilih. Sebanyak 69,4% responden menyatakan akan memilih calon yang didukung oleh Prabowo, sementara hanya 20,3% yang tidak mempertimbangkan faktor ini, dan 10,3% menyatakan tidak tahu.
"Sementara itu, dukungan dari Megawati juga dinilai signifikan, di mana 54,2% responden memilih calon yang didukung oleh Megawati, sementara 33,2% tidak mempertimbangkan dukungannya, dan 12,6% tidak tahu. Hal ini menunjukkan bahwa endorsement politik dari tokoh nasional masih memiliki pengaruh kuat terhadap pemilih di Kaltim," ujar Togu.
Survei juga mencatat bahwa kesadaran masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada Kaltim pada November 2024 cukup tinggi, dengan 73,6% responden mengetahui jadwal pemilihan, sementara 26,4% tidak mengetahui hal tersebut. Survei ini dilakukan pada 26 Agustus hingga 4 September 2024, dengan melibatkan 1.450 responden yang berusia minimal 17 tahun atau sudah memiliki hak pilih.
“Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling, dan hasil survei memiliki margin of error sekitar 2,57% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara tatap muka menjadi metode utama dalam pengumpulan data survei ini," ujarnya.
Lihat Juga :