Gegara Motor, Seorang Anak di Makassar Nyaris Panah Ayah Kandungnya
Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Asfada menjelaskan, Haeruddin khawatir motornya jika dipinjamkan malam itu juga, bakal disimpan di salah satu warung internet tidak jauh dari rumah AD, yang jadi tongkrongan anaknya.
Sebab Haeruddin kerap mendapati motor di tempat itu kadang banyak orang lain yang memakai motor itu. Saat itu lanjut Asfada, kemarahan AD makin meningkat. Situasi tambah memanas ketika adik perempuan AD, inisial AN baru pulang.
Kepulangan AN larut malam, jadi sasaran lanjutan amarah AD. "Dia bertanya kepada adiknya dengan bahasa tidak sopan, dan kata-kata kasar orang Makassar. Bapaknya meminta pelaku untuk tidak marahi adiknya apa lagi dipukul karena dia perempuan," ujar Asfada.
Asfada menyebutkan, AD yang menganggap dirinya tidak dipedulikan lalu mengambil mengambil kursi plastik dan melemparkannya ke luar rumah hingga pecah. Seketika amarah sang ayah memuncak dan hendak mengambil parang di atas lemari tetapi dicegat oleh istrinya, Dg Salo.
Haeruddin oleh istrinya dibawa ke luar rumah, namun AD ternyata membuntuti ayahnya dan membawa ketapel lengkap dengan anak panah. Kala itu kata Asfada, pelaku berteriak.
Sebab Haeruddin kerap mendapati motor di tempat itu kadang banyak orang lain yang memakai motor itu. Saat itu lanjut Asfada, kemarahan AD makin meningkat. Situasi tambah memanas ketika adik perempuan AD, inisial AN baru pulang.
Kepulangan AN larut malam, jadi sasaran lanjutan amarah AD. "Dia bertanya kepada adiknya dengan bahasa tidak sopan, dan kata-kata kasar orang Makassar. Bapaknya meminta pelaku untuk tidak marahi adiknya apa lagi dipukul karena dia perempuan," ujar Asfada.
Asfada menyebutkan, AD yang menganggap dirinya tidak dipedulikan lalu mengambil mengambil kursi plastik dan melemparkannya ke luar rumah hingga pecah. Seketika amarah sang ayah memuncak dan hendak mengambil parang di atas lemari tetapi dicegat oleh istrinya, Dg Salo.
Haeruddin oleh istrinya dibawa ke luar rumah, namun AD ternyata membuntuti ayahnya dan membawa ketapel lengkap dengan anak panah. Kala itu kata Asfada, pelaku berteriak.
Lihat Juga :