Tribhuwana Tunggadewi, Ratu Majapahit Politikus Ulung yang Menyatukan Nusantara
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Setelah kematian Jayanagara pada 1328 tanpa meninggalkan pewaris, Gayatri yang sudah menjadi biksuni, memerintahkan Tribhuwana untuk menggantikan takhta. Tribhuwana memerintah bersama suaminya Kertawardhana Bhre Tumapel.
Mereka memiliki dua anak: Dyah Hayam Wuruk, yang kelak menjadi raja Majapahit, dan Dyah Nertaja. Pada awal pemerintahannya, tahun 1331, terjadi pemberontakan di Sadeng dan Keta yang berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada.
Baca Juga: Kisah Asmara Jenderal Andika Perkasa dengan Putri Legenda Intelijen Kopassus
Sebagai pengakuan atas keberhasilan ini, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih pada tahun 1334. Pada saat itulah, ia mengucapkan Sumpah Palapa, sebuah janji untuk tidak menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil menyatukan seluruh nusantara.
Dengan bantuan Gajah Mada, Tribhuwana berhasil memperluas wilayah Majapahit, menaklukkan Bali dan berbagai kerajaan lainnya di nusantara, menjadikan Majapahit sebagai kerajaan besar yang makmur.
Pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi berakhir pada tahun 1350 setelah kematian ibunya, Gayatri Rajapatni. Ia mengundurkan diri dari takhta karena merasa hanya memerintah untuk mewakili sang ibu.
Mereka memiliki dua anak: Dyah Hayam Wuruk, yang kelak menjadi raja Majapahit, dan Dyah Nertaja. Pada awal pemerintahannya, tahun 1331, terjadi pemberontakan di Sadeng dan Keta yang berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada.
Baca Juga: Kisah Asmara Jenderal Andika Perkasa dengan Putri Legenda Intelijen Kopassus
Sebagai pengakuan atas keberhasilan ini, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih pada tahun 1334. Pada saat itulah, ia mengucapkan Sumpah Palapa, sebuah janji untuk tidak menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil menyatukan seluruh nusantara.
Dengan bantuan Gajah Mada, Tribhuwana berhasil memperluas wilayah Majapahit, menaklukkan Bali dan berbagai kerajaan lainnya di nusantara, menjadikan Majapahit sebagai kerajaan besar yang makmur.
Pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi berakhir pada tahun 1350 setelah kematian ibunya, Gayatri Rajapatni. Ia mengundurkan diri dari takhta karena merasa hanya memerintah untuk mewakili sang ibu.
Lihat Juga :