3 Alasan PDIP Pilih Pramono Anung Jadi Cagub Jakarta, Salah Satunya karena Kader Partai
Kamis, 29 Agustus 2024 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Seiring berjalannya waktu, Pramono mulai mendapat posisi penting di partai. Mulai dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP hingga Sekjen DPP PDIP.
Pramono memulai kariernya di dunia politik dengan terpilih sebagai anggota DPR tahun 1999. Dia pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan tahun 2009.
Dia menduduki posisi Seskab di Kabinet Indonesia Maju pada tahun 2015 tepatnya setelah Joko Widodo (Jokowi) dilantik menjadi Presiden. Pengalaman inilah yang mungkin dipandang PDIP sebagai poin penting untuk nantinya bisa memimpin Jakarta.
Pramono lulus dari Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung tahun 1982. Dilanjutkan dengan lulus dari Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada pada 1990, serta Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tahun 2010.
Sejak dulu, PDIP memang terkenal selalu mengutamakan kader-kadernya untuk maju ketimbang harus mengambil orang dari luar kader. Hal inilah yang diduga membuat pencalonan Anies oleh PDIP gagal diwujudkan.
Pramono memulai kariernya di dunia politik dengan terpilih sebagai anggota DPR tahun 1999. Dia pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan tahun 2009.
Dia menduduki posisi Seskab di Kabinet Indonesia Maju pada tahun 2015 tepatnya setelah Joko Widodo (Jokowi) dilantik menjadi Presiden. Pengalaman inilah yang mungkin dipandang PDIP sebagai poin penting untuk nantinya bisa memimpin Jakarta.
2. Riwayat Pendidikan Mumpuni
Tidak hanya kaya akan pengalaman, Pramono Anung juga memiliki riwayat pendidikan yang mumpuni. Dia lulus dari 3 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi di Indonesia.Pramono lulus dari Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung tahun 1982. Dilanjutkan dengan lulus dari Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada pada 1990, serta Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tahun 2010.
3. Kader PDIP
Salah satu hal yang membuat sosok Pramono Anung diusung PDIP karena dia merupakan kader setia partai berlambang banteng moncong putih.Sejak dulu, PDIP memang terkenal selalu mengutamakan kader-kadernya untuk maju ketimbang harus mengambil orang dari luar kader. Hal inilah yang diduga membuat pencalonan Anies oleh PDIP gagal diwujudkan.
Lihat Juga :