Keris Kiai Ageng Bondoyudo, Pusaka Pangeran Diponegoro yang Gentarkan Belanda
Kamis, 29 Agustus 2024 - 06:07 WIB
loading...
Pangeran Diponegoro konon tak pernah lepas dari keris pribadinya Kiai Ageng Bondoyudo. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BELANDA akhirnya berhasil menangkap Pangeran Diponegoro setelah sekian lama melakukan perburuan. Perang Jawa menjadi catatan panjang yang membuat kas Belanda terkuras menghadapi Pangeran Diponegoro dan pasukannya.
Semasa ditangkap dan diasingkan, Pangeran Diponegoro konon tak pernah lepas dari keris pribadinya Kiai Ageng Bondoyudo. Ketika ditangkap itulah Pangeran Diponegoro diberikan pengawalan ketat dilakukan ke pangeran saat ditangkap di Pulau Jawa.
Sebelum diasingkan, konon sang pangeran sudah pasrah dan sadar ia akan diasingkan.Bahkan nama Ambon yang sempat muncul dalam perbincangan dengan seorang kolonel Belanda coba ditanyakan Pangeran Diponegoro ke pengawalnya.
Baca Juga: Kisah Haji Darip, Jawara Sakti Bekasi yang Bikin Merinding Ketakutan Pasukan Belanda
Konon tepat pada 5 April 1830, rombongan pangeran yang terdiri dari 19 orang itu masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.Hal itu sebagaimana dicatatkan pada buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro1785 - 1855” tulisan Peter Carey.
Pangeran Diponegoro sempat meminum sebotol air zamzam dari Mekkah, yang diberikan kepadanya di Magelang oleh seorang haji yang baru pulang dari tanah suci Mekkah. Air zamzam ini juga untuk obat sang pangeran untuk pergi ke Tanah Suci Mekkah terlebih dahulu.
Semasa ditangkap dan diasingkan, Pangeran Diponegoro konon tak pernah lepas dari keris pribadinya Kiai Ageng Bondoyudo. Ketika ditangkap itulah Pangeran Diponegoro diberikan pengawalan ketat dilakukan ke pangeran saat ditangkap di Pulau Jawa.
Sebelum diasingkan, konon sang pangeran sudah pasrah dan sadar ia akan diasingkan.Bahkan nama Ambon yang sempat muncul dalam perbincangan dengan seorang kolonel Belanda coba ditanyakan Pangeran Diponegoro ke pengawalnya.
Baca Juga: Kisah Haji Darip, Jawara Sakti Bekasi yang Bikin Merinding Ketakutan Pasukan Belanda
Konon tepat pada 5 April 1830, rombongan pangeran yang terdiri dari 19 orang itu masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.Hal itu sebagaimana dicatatkan pada buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro1785 - 1855” tulisan Peter Carey.
Pangeran Diponegoro sempat meminum sebotol air zamzam dari Mekkah, yang diberikan kepadanya di Magelang oleh seorang haji yang baru pulang dari tanah suci Mekkah. Air zamzam ini juga untuk obat sang pangeran untuk pergi ke Tanah Suci Mekkah terlebih dahulu.
Lihat Juga :