alexametrics

PLTU Jumbo Jawa 7 Siap Alirkan Listrik

loading...
PLTU Jumbo Jawa 7 Siap Alirkan Listrik
PJB menyelenggarakan Forum Diaspora PJB di Serang, Banten, Jumat (27/9/2019). Foto/Ist
A+ A-
SERANG - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terus mengembangkan mega proyek di sektor kelistrikan. Berawal dari penugasan PLN kepada PJB sebagai Mandatory Partner di Proyek PLTU Jawa 7 di Serang, Banten, kini beberapa proyek lain mulai dikembangkan PJB.

Di antaranya seperti PLTU Jawa 8 di Cilacap, PLTA Batang Toru di Sumatera Utara, dan PLTS Apung (Floating PV) terbesar yang berlokasi di Cirata, Jawa Barat.

PLTU Jawa 7 bersama sama dengan PLTU Jawa 8 yang merupakan PLTU Bersih telah berada di ujung penyelesaian proyek dan segera dilakukan beberapa pengetesan untuk mengetahui keamanan inter koneksi antara pembangkit dengan sistem kelistrikan pada pembebanan daya tertentu sesuai persyaratan.



Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, di proyek PLTU Jawa 7 ini, PJB melalui anak perusahaannya, PJB Investasi memiliki porsi saham sebesar 30%.

"Proyek ini merupakan Join Venture Company antara PJB Investasi dengan Shenhua Gouhua selaku pemegang saham sebesar 70%. Shenhua merupakan salah satu perusahaan terbesar China yang bergerak di beberapa sektor usaha, salah satunya di bidang kelistrikan,” tutur Iwan dalam pernyataan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Sabtu (28/9/2019).

Dalam rangka kesiapan beberapa pengetesan tersebut, PJB menyelenggarakan Forum Diaspora PJB di Serang, Banten, Jumat (27/9/2019). Forum ini mempertemukan para senior leader PJB dengan para karyawan PJB yang bertugas di luar PJB sebagai karyawan tugas karya.

Forum Diaspora PJB kali ini mengangkat tema Jawa 7: Threat or Opportunity. Diaspora yang hadir pada forum tersebut juga bertugas di perusahaan PLN Group yang bersinggungan langsung dengan PLTU Jawa 7. Di antaranya Direksi PT Bahtera Adiguna yang menangani pengangkutan batubara ke PLTU Jawa 7 dan Dewan Komisaris PJB. Salah satunya Defy Indiyanto Budiarto.

Pada forum ini, digelar diskusi dan sharing mengenai pengaruh atau dampak pada sistem kelistrikan Jawa Bali jika PLTU Jumbo beroperasi. Juga terkait teknologi Ultra Super Critical (USC) yang merupakan teknologi terbaru di bidang pembangkitan ramah lingkungan.

Iwan Agung mengatakan, forum ini rutin digelar PJB untuk menjalin jaringan (networking) dengan para diaspora. "Tujuannya untuk memperoleh berbagai informasi terkini yang bermanfaat bagi PJB serta sharing pengalaman," ujar Iwan.

Menurutnya, PLTU Jawa 7 yang menggunakan teknologi USC ini dioperasikan oleh join venture company antara PJB dan Shenhua yang diberi nama GHPJB. Dalam proyek ini, PJB melalui PJB Investasi memegang porsi saham sebesar 30% di perusahaan tersebut. Porsi kepemilikan saham PJB di GHPJB bisa ditingkatkan dalam periode waktu tertentu.

Di samping menempatkan tenaga kerja di lini depan, PJB juga menempatkan sejumlah personel utama pada level supervisori dan manajerial, serta direktur. ”Sehingga bisa dikatakan PJB merupakan perusahaan lokal yang pertama kali akan mempunyai pengalaman mengoperasikan pembangkit dengan teknologi USC,” urainya.

Forum ini diakhiri dengan kunjungan komisaris utama PJB Sriyono, senior leader dan diaspora PJB ke PLTU Jawa 7 untuk melihat kesipan operasi PLTU Jawa 7. Menurut
Iwan, PLTU Jawa 7 merupakan entry point bagi PJB untuk memahami teknologi terkini di bidang pembangkitan tenaga listrik, baik dari aspek desain, perencanaan maupun pengoperasian dan pemeliharaannya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak