3 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara, Apa Saja?
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Pada 669 masehi, Raja Linggawarman yang baru berkuasa selama tiga tahun meninggal dunia. Setelahnya, takhta kerajaan secara otomatis jatuh ke tangan menantunya, Tarusbawa.
Peralihan kekuasaan justru membawa Tarumanegara menuju ambang keruntuhan. Alasannya karena raja terpilih, Tarusbawa, lebih menginginkan untuk mengembalikan kejayaan kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Tarumanegara.
2. Penolakan Kerajaan Galuh
Raja Linggawarman memiliki dua putri, yaitu Manasih dan Subakancana. Keduanya dinikahkan dengan dua raja dari kerajaan lain, yaitu Sunda dan Galuh.
Ketika Linggawarman wafat tanpa pewaris anak laki-laki, menantunya dari Kerajaan Sunda dipilih sebagai pengganti. Di sisi lain, keluarganya dari pihak Kerajaan Galuh menolak keputusan Tarusbawa yang ingin mengalihkan kekuasaan ke Sunda.
Akibatnya, terjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh sepakat untuk berpisah. Sebagai gantinya, wilayah bekas Tarumanegara pun dibagi menjadi dua dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya.
Peralihan kekuasaan justru membawa Tarumanegara menuju ambang keruntuhan. Alasannya karena raja terpilih, Tarusbawa, lebih menginginkan untuk mengembalikan kejayaan kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Tarumanegara.
2. Penolakan Kerajaan Galuh
Raja Linggawarman memiliki dua putri, yaitu Manasih dan Subakancana. Keduanya dinikahkan dengan dua raja dari kerajaan lain, yaitu Sunda dan Galuh.
Ketika Linggawarman wafat tanpa pewaris anak laki-laki, menantunya dari Kerajaan Sunda dipilih sebagai pengganti. Di sisi lain, keluarganya dari pihak Kerajaan Galuh menolak keputusan Tarusbawa yang ingin mengalihkan kekuasaan ke Sunda.
Akibatnya, terjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh sepakat untuk berpisah. Sebagai gantinya, wilayah bekas Tarumanegara pun dibagi menjadi dua dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya.
Lihat Juga :