Asal-usul Wonosobo, Kabupaten yang Lahir dari Perjuangan Para Kiai

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 16:46 WIB
loading...
Asal-usul Wonosobo,...
Asal-usul nama Wonosobo diyakini berasal dari sebuah dusun bernama Wanasaba di Desa Polobangan, Selomerto, yang didirikan oleh Kiai Wanasaba. Foto/Instagram @saprimmz
A A A
WONOSOBO - Kabupaten Wonosobo memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan dari peran tiga kiai pengembara yang tiba di wilayah ini pada awal abad ke-17. Ketiga kiai tersebut adalah Kyai Kolodete, Kyai Karim, dan Kyai Walik, yang masing-masing menetap di lokasi berbeda.

Kyai Kolodete memilih untuk membuka permukiman di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim di sekitar Kalibeber, dan Kyai Walik menetap di wilayah yang kini menjadi pusat Kota Wonosobo. Dari ketiga tokoh inilah, lahir keturunan yang kemudian menjadi pemimpin di berbagai wilayah sekitar Wonosobo.

Salah satu keturunan yang paling dikenal adalah cucu dari Kyai Karim, yang kemudian dikenal dengan nama Ki Singowedono. Setelah menerima hadiah berupa wilayah dari Keraton Mataram, Ki Singowedono diangkat menjadi Tumenggung Jogonegoro dan memimpin di wilayah Selomerto. Jejak sejarah Tumenggung Jogonegoro masih dapat ditemukan di makamnya yang terletak di Desa Pakuncen, Selomerto.

Asal-usul nama Wonosobo juga diyakini berasal dari sebuah dusun bernama Wanasaba di Desa Polobangan, Selomerto, yang didirikan oleh Kyai Wanasaba. Hingga saat ini, Dusun Wanasaba tetap ada dan menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang yang ingin berdoa di makam Kyai Wanasaba, Kyai Goplem, Kyai Putih, dan Kyai Wan Haji.

Baca Juga: Tragis! Pasutri Tewas Tertimpa Material Longsor di Wonosobo

Sejarah Wonosobo juga erat kaitannya dengan masa Perang Diponegoro (1825-1830), di mana wilayah ini menjadi salah satu basis perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Bersama beberapa tokoh penting seperti Imam Misbach (juga dikenal sebagai Tumenggung Kertosinuwun), Tumenggung Mangkunegaran, dan Gajah Permodo, Kyai Muhammad Ngarpah berjuang untuk mempertahankan Wonosobo. Kyai Muhammad Ngarpah berhasil memenangkan pertempuran pertama, yang membuatnya dianugerahi gelar Tumenggung Setjonegoro.

Setelah menjadi Bupati pertama Wonosobo, Tumenggung Setjonegoro memindahkan pusat pemerintahan dari Ledok, Selomerto ke kawasan yang sekarang dikenal sebagai Kota Wonosobo. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, peristiwa pemindahan ini diyakini terjadi pada 24 Juli 1825. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.

Kini, Wonosobo dikenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang kaya akan sejarah. Jejak para kiai pendiri dan pahlawan lokal yang berjuang melawan penjajah masih terasa dalam kehidupan masyarakatnya, menjadikan Wonosobo bukan hanya tempat yang penuh dengan sejarah, tetapi juga sebuah simbol perjuangan dan keteguhan dalam mempertahankan nilai-nilai luhur.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Banjir dan Longsor Kepung...
Banjir dan Longsor Kepung Jateng: 3 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak
1 Orang Tewas Tertimbun...
1 Orang Tewas Tertimbun Material Longsor di Wonosobo
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Rekomendasi
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved