Emosi Poster Habib Rizieq Dibakar, 7 Tersangka Tebar Teror Molotov
Rabu, 26 Agustus 2020 - 00:21 WIB
loading...
Kiri-kanan, Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, dan Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Motif para pelaku melakukan teror bom molotov ke kantor PAC PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor pada 29 Juli 2020 lalu, lantaran tersangka emosi setelah terjadi peristiwa pembakaran poster Habib Rizieq Shihab yang dilakukan demonstran di DPR RI.
"Keterangan masing-masing tersangka, ini (teror molotov dilakukan) karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas pembakaran foto di DPR foto Habib Rizieq," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy di Mapolda Jabar, Selasa (25/8/2020). (BACA JUGA: 7 Terduga Pelaku Teror Bom Molotov Kantor PDIP di Bogor Diringkus )
Proses penangkapan terhadap ketujuh pelaku, ujar AKBP Roland, dilakukan selama dua hari sejak Kamis (20/8/2020) hingga Jumat (21/8/2020). Ketujuh tersangka ditangkap di empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bogor. (BACA JUGA: 2 dari 7 Terduga Pelaku Teror Molotov Kantor PDIP Bogor Anggota Ormas )
Namun, AKBP Roland Rolandy tak menjelaskan secara rinci empat lokasi penangkapan tersebut. Yang pasti, dua dari tujuh pelaku merupakan anggota Front Pembela Islam atau FPI dan simpatisan Habib Rizieq Shihab yang berdomisili di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, dan Jonggol. "Lokasi ada di empat, di Bogor semua," ucap dia. (BACA JUGA: Polda Jabar Buru Pelaku Lain Dalam Aksi Teror Molotov ke Kantor PDIP )
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan, perencanaan aksi teror bom molotov dilakukan di rumah salah seorang tersangka A alias Ajat, warga Bogor yang merupakan pimpinan Majelis Quthbil Mala. "Mereka kumpul ditempat Ajat. Di situlah mereka merencakan aksi teror tersebut," kata Kombes Pol CH Patoppoi.
"Keterangan masing-masing tersangka, ini (teror molotov dilakukan) karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas pembakaran foto di DPR foto Habib Rizieq," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy di Mapolda Jabar, Selasa (25/8/2020). (BACA JUGA: 7 Terduga Pelaku Teror Bom Molotov Kantor PDIP di Bogor Diringkus )
Proses penangkapan terhadap ketujuh pelaku, ujar AKBP Roland, dilakukan selama dua hari sejak Kamis (20/8/2020) hingga Jumat (21/8/2020). Ketujuh tersangka ditangkap di empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bogor. (BACA JUGA: 2 dari 7 Terduga Pelaku Teror Molotov Kantor PDIP Bogor Anggota Ormas )
Namun, AKBP Roland Rolandy tak menjelaskan secara rinci empat lokasi penangkapan tersebut. Yang pasti, dua dari tujuh pelaku merupakan anggota Front Pembela Islam atau FPI dan simpatisan Habib Rizieq Shihab yang berdomisili di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, dan Jonggol. "Lokasi ada di empat, di Bogor semua," ucap dia. (BACA JUGA: Polda Jabar Buru Pelaku Lain Dalam Aksi Teror Molotov ke Kantor PDIP )
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan, perencanaan aksi teror bom molotov dilakukan di rumah salah seorang tersangka A alias Ajat, warga Bogor yang merupakan pimpinan Majelis Quthbil Mala. "Mereka kumpul ditempat Ajat. Di situlah mereka merencakan aksi teror tersebut," kata Kombes Pol CH Patoppoi.
Lihat Juga :