Kisah Prabu Siliwangi: Raja Pajajaran sang Penjelajah Hutan Belantara

Kamis, 22 Agustus 2024 - 06:14 WIB
loading...
Kisah Prabu Siliwangi:...
Raja Pajajaran Prabu Siliwangi. Foto/Istimewa
A A A
Prabu Siliwangi memerintah Kerajaan Pajajaran dengan bijak hingga mengantarkan ke masa kejayaan. Prabu Siliwangi atau yang disebut juga Sri Baduga Maharaja, ini berhasil menyatukan dua kerajaan yakni Galuh dan Sunda di tanah Jawa bagian barat.

Memang secara keputusan Sri Baduga Maharaja mendapat mandat memimpin dari dua kerajaan yang disatukannya. Ayahnya Prabu Dewa Niskala, menyerahkan mandat mempunyai Kerajaan Galuh.

Sedangkan mertuanya, Prabu Susuktunggal, memberikan kekuasaan kepada Sri Baduga Maharaja. Kedua kerajaan ini kemudian disatukan oleh Sri Baduga Maharaja yang bergelar Prabu Siliwangi.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Kisah Cinta Jenderal Kopassus Wismoyo Arismunandar, Melamar di Hadapan Presiden Soeharto

Namun konon sebelum memerintah dan memimpin sebagai raja, Sri Baduga Maharaja saat muda dikenal sebagai pengembara.

Dikisahkan berdasarkan buku “Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran” tulisan Fery Taufiq El Jaquene, Sri Baduga Maharaja bernama asli Prabu Jayadewata terkenal sebagai ksatria pengembara yang berani terhadap siapa pun.

Sri Baduga muda memiliki kesukaan menjelajahi hutan sembari berburu binatang. Dalam hal ini ia terkenal memiliki ketangkasan jika dibandingkan dengan teman yang lainnya.

Beranjak dewasa Sri Baduga menikah dengan Nyi Ambetikasih putri pamannya sendiri, yang bernama Ki Gedeng Sindangkasih, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari Kerajaan Surantaka pemerintahannya di Desa Kedaton, saat ini berada di Kecamatan Kapetakan, Cirebon.

Baca Juga: Kisah Eks Pasukan Jepang di Malang yang Berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia

Kerajaan Surantaka terkenal menjadi pengendali saham di Pelabuhan Muarajati, Cirebon hanh berbatasan langsung dengan Kerajaan Sing Apura. Saat Ki Gede Sindangkasih wafat, Prabu Jayadewata akhirnya juga ditunjuk sebagai pengganti untuk melanjutkan memimpin kerajaan.

Pengangkatan Prabu Jayadewata ini berdasarkan pada sosok kebesaran mendiang buyutnya bernama Prabu Maharaja Lingga Buana yang gugur di Perang Bubat melawan Majapahit. Beliau mendapat gelar Prabu Wangi.

Bahkan ketika menyamar dengan nama Keukeubingan Rajasunu, ia adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Ratu Kerajaan Japura bernama Prabu Amuk Murugul.

Dia putra Prabu Susuktunggal waktu sayembara memperebutkan Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa, atau sering disebut Giridewata atau Ki Gedeng Jumajan Jati, penguasa Kerajaan Sing Apura.

Karena sadar masih satu kerabat, menjadikan Prabu Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja diantarkan menemui ayah Prabu Amuk Murugul, yakni Prabu Susuktunggal, kakak sambung ibu Prabu Dewa Niskala, ayahnya Prabu Jayadewata di Kerajaan Sunda, yang sekarang di Bogor.

Prabu Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja kemudian dijodohkan dengan Nyai Kentring Manik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal, yang kemudian melahirkan Sanghyang Surawisesa.

Kelak Sanghyang Surawisesa inilah yang dinobatkan menjadi pengganti Sri Baduga Maharaja di Pakuan Pajajaran dan Sang Surawosan, jadi adipati di daerah pesisir Banten atau biasa disebut Banten Girang.

Selain menikahi Nyai Kentring Manik Mayang Sunda, dikisahkan Prabu Siliwangi atau Prabu Jayadewata juga menikahi Ratu Istri Rajamantri yang merupakan putri dari Prabu Gajah Agung.

Dia merupakan putra Prabu Tajimalela atau biasa disebut Prabu Agung Resi Cakrabuana atas perintah Prabu Suryadewata untuk mendirikan Kerajaan Sumedang Larang, pada tahun 900 Masehi.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Dukung Penambahan Jumlah...
Dukung Penambahan Jumlah Polhut, Sahroni: Bukti Komitmen Pemerintah atas Perlindungan Hutan
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Rekomendasi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved