IDI Jateng Dukung Polisi Dalami Kasus Meninggalnya Dokter PPDS Undip

Kamis, 15 Agustus 2024 - 20:13 WIB
loading...
IDI Jateng Dukung Polisi...
IDI Wilayah Jateng memberikan dukungan penuh terhadap penyelidikan kasus meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari, dokter PPDS Undip. Foto/Eka S
A A A
SEMARANG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jateng memberikan dukungan penuh terhadap penyelidikan kasus meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Universitas Diponegoro (Undip), yang diduga bunuh diri setelah mengalami perundungan.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (15/8/2024) di Kota Semarang, Ketua IDI Jateng, dr. Telogo Wismo Agung Durmanto, menyatakan, "Kami memberikan dukungan kepada pihak-pihak berkompeten, terutama pihak berwajib, untuk mendalami kasus ini secara mendalam sehingga dapat diselesaikan dengan baik."

Menurut dr. Telogo, IDI Jateng berencana untuk mempertimbangkan pembentukan tim evaluasi untuk menilai kesehatan fisik dan mental para dokter PPDS. Tekanan yang dihadapi oleh dokter spesialis selama masa pendidikan mereka, baik dari segi fisik maupun psikis, diakui sangat besar.

Baca Juga: 6 Fakta Kemenkes Tangani Kasus Kematian Dokter PPDS Undip yang Diduga Di-bully

“Tekanan ini termasuk saat pasien datang malam hari atau saat istirahat, yang memaksa PPDS atau dokter bertanggung jawab untuk segera melakukan penanganan,” tambah dr. Telogo. IDI Jateng juga membuka kemungkinan untuk memberikan masukan dan dukungan terkait pendampingan dan evaluasi kesehatan bagi dokter PPDS.

Saat ditanya mengenai adanya laporan perundungan atau bullying terhadap PPDS sebelumnya, dr. Telogo menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada aduan terkait hal tersebut baik di tingkat wilayah maupun cabang. Namun, IDI Jateng siap menerima dan mendukung segala aduan yang berkaitan dengan perundungan, serta siap memberikan bantuan hukum atau dukungan lainnya.

“PPDS adalah siswa yang menjalani pendidikan, dan aktivitas mereka tidak selalu dianggap sebagai jam kerja. Namun, apabila ada kasus medis menarik, mereka sering kali diundang untuk menambah ilmu, bukan untuk menambah jam kerja,” jelas dr. Telogo.

Dia menambahkan, jika evaluasi diperlukan untuk memastikan keseimbangan antara tuntutan pendidikan dan kesehatan PPDS, IDI akan mendukung proses evaluasi tersebut. Tujuannya adalah memastikan bahwa PPDS tidak kelelahan dan dapat memberikan hasil pelayanan medis yang optimal.

“Semua pihak tentunya menginginkan hasil terbaik, baik dalam hal kesehatan PPDS maupun pelayanan yang standar bagi pasien,” tutup dr. Telogo.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Tabrakan Kereta...
Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Sarankan Polisi Tunggu Hasil KNKT
Polda Riau Ringkus Dokter...
Polda Riau Ringkus Dokter Gadungan yang Bikin Korban Cacat Permanen
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
Kuasa Hukum Pertanyakan...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyelidikan Kasus Arya Daru Dihentikan Polda Metro Jaya
Bencana Sumatera, Pemerintah...
Bencana Sumatera, Pemerintah Terus Kirim Dokter dan Calon Dokter ke Wilayah Terisolasi
Terungkap! Dokter Aborsi...
Terungkap! Dokter Aborsi Ilegal di Apartemen Jaktim Hanya Lulusan SMA
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Rekomendasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved