Wamentan Apresiasi Pupuk Indonesia atas Ketersediaan Pupuk Bersubsidi yang Meningkat Tajam

Selasa, 13 Agustus 2024 - 18:58 WIB
loading...
A A A
Peningkatan alokasi subsidi pupuk ini mencakup empat jenis pupuk, yakni Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan pupuk Organik, dengan jumlah yang ditetapkan mencapai 9,55 juta ton hingga akhir tahun 2024. Secara rinci, alokasi pupuk Urea mencapai 4.634.626 ton, NPK sebesar 4.278.504 ton, NPK Formula Khusus sebesar 136.870 ton, dan pupuk Organik sebesar 500.000 ton.

Secara nasional, stok pupuk bersubsidi tercatat sebesar 1.175.353 ton pada 12 Agustus 2024, terdiri dari 658.337 ton Urea dan 517.016 ton NPK. Di wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Aceh, stok yang tersedia mencapai 96.387 ton, dengan rincian 82.630 ton Urea dan 13.757 ton NPK.

Dengan adanya peningkatan alokasi dan ketersediaan pupuk ini, diharapkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dapat memanfaatkan subsidi pupuk dengan maksimal. Bagi petani yang belum mendapatkan alokasi, PT Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi sebanyak 444.881 ton untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Regulasi baru berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 memastikan bahwa petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam RDKK dapat memperoleh subsidi, khususnya untuk subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dengan luas lahan maksimal 2 hektar. Data petani pada RDKK juga dapat dievaluasi empat bulan sekali, memungkinkan petani yang belum terdaftar untuk melakukan pendaftaran ulang selama proses evaluasi berlangsung.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Listrik Padam, Aceh,...
Listrik Padam, Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau Blackout
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
Usai Relaunching AMANAH,...
Usai Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dipercepat, Layanan Publik di 10 Wilayah Kembali Normal
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Rekomendasi
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved