Wamentan Apresiasi Pupuk Indonesia atas Ketersediaan Pupuk Bersubsidi yang Meningkat Tajam

Selasa, 13 Agustus 2024 - 18:58 WIB
loading...
Wamentan Apresiasi Pupuk...
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengapresiasi upaya PT Pupuk Indonesia dalam memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Foto/Ist
A A A
ACEH - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengapresiasi upaya PT Pupuk Indonesia dalam memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Langkah ini dinilai sangat mendukung ketahanan pangan nasional setelah pemerintah memutuskan untuk meningkatkan alokasi subsidi pupuk menjadi 9,55 juta ton dari sebelumnya 4,75 juta ton.

Kunjungan kerja yang dilakukan Sudaryono ke pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe, Aceh, pada Selasa (12/8/2024) menjadi momen penting untuk melihat langsung ketersediaan pupuk bersubsidi. "Ketersediaan pupuk kini jauh lebih baik. Dengan peningkatan alokasi menjadi 9,55 juta ton, saya yakin kebutuhan petani akan pupuk dapat terpenuhi dengan lebih baik," ujar Sudaryono.

Menurutnya, meskipun ada beberapa masalah minor seperti distribusi dan kendala pada pengecer, kondisi ini secara keseluruhan sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia menambahkan, "Para petani kini sudah merasakan perbedaan yang signifikan dalam hal ketersediaan pupuk."

Baca Juga: Pupuk Indonesia Turut Aktif Kawal Pupuk Bersubsidi

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, menyatakan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Aceh. "Sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas produksi dan distribusi pupuk bersubsidi, kami siap mendukung kebutuhan petani terdaftar secara nasional," katanya.

Peningkatan alokasi subsidi pupuk ini mencakup empat jenis pupuk, yakni Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan pupuk Organik, dengan jumlah yang ditetapkan mencapai 9,55 juta ton hingga akhir tahun 2024. Secara rinci, alokasi pupuk Urea mencapai 4.634.626 ton, NPK sebesar 4.278.504 ton, NPK Formula Khusus sebesar 136.870 ton, dan pupuk Organik sebesar 500.000 ton.

Secara nasional, stok pupuk bersubsidi tercatat sebesar 1.175.353 ton pada 12 Agustus 2024, terdiri dari 658.337 ton Urea dan 517.016 ton NPK. Di wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Aceh, stok yang tersedia mencapai 96.387 ton, dengan rincian 82.630 ton Urea dan 13.757 ton NPK.

Dengan adanya peningkatan alokasi dan ketersediaan pupuk ini, diharapkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dapat memanfaatkan subsidi pupuk dengan maksimal. Bagi petani yang belum mendapatkan alokasi, PT Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi sebanyak 444.881 ton untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Regulasi baru berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 memastikan bahwa petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam RDKK dapat memperoleh subsidi, khususnya untuk subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dengan luas lahan maksimal 2 hektar. Data petani pada RDKK juga dapat dievaluasi empat bulan sekali, memungkinkan petani yang belum terdaftar untuk melakukan pendaftaran ulang selama proses evaluasi berlangsung.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Listrik Padam, Aceh,...
Listrik Padam, Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau Blackout
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
Usai Relaunching AMANAH,...
Usai Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dipercepat, Layanan Publik di 10 Wilayah Kembali Normal
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Rekomendasi
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved