Kisah Legenda Kopassus Nyaris Tembak Jenderal LB Moerdani Gegara Rencana Penculikan KSAD
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun di balik keberanian dan kepatriotisme Agus Hernoto, tersimpan kisah ketegangan yang pernah terjadi antara dirinya dan Benny Moerdani. Insiden ini berawal dari ketidakpuasan banyak prajurit Kopassus terhadap kepemimpinan Mayor Djaelani.
Baca Juga: Kisah Penumpasan Paraku, TNI dan Rakyat Bersatu Lawan Kaki Tangan Malaysia
Komandan RPKAD saat itu, yang merencanakan penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel A.H. Nasution.
Rencana tersebut diprakarsai oleh Panglima Tentara Teritorium I, Kolonel Zulkifli Lubis, yang tidak puas dengan situasi nasional dan kesejahteraan prajurit TNI yang dinilai kurang diperhatikan oleh pemerintah.
Pada tanggal 26 November 1956, ketegangan mencapai puncaknya ketika rentetan tembakan memecah kesunyian Kompleks Asrama RPKAD di Batujajar, Bandung. Pasukan Kompi B yang tidak setuju dengan rencana penculikan mengamuk.
Alhasil terlibat baku tembak dengan perwira Kompi A yang dipimpin oleh Benny Moerdani. Di tengah kekacauan, Sersan Agus Hernoto kecewa dengan kepemimpinan Djaelani, menghadang Benny Moerdani sambil menodongkan senjata ke wajahnya.
“Mau ke mana?” gertak Hernoto. Benny yang baru pulih dari sakit dengan tenang menjawab, “Ke kantor.”
Baca Juga: Kisah Penumpasan Paraku, TNI dan Rakyat Bersatu Lawan Kaki Tangan Malaysia
Komandan RPKAD saat itu, yang merencanakan penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel A.H. Nasution.
Rencana tersebut diprakarsai oleh Panglima Tentara Teritorium I, Kolonel Zulkifli Lubis, yang tidak puas dengan situasi nasional dan kesejahteraan prajurit TNI yang dinilai kurang diperhatikan oleh pemerintah.
Pada tanggal 26 November 1956, ketegangan mencapai puncaknya ketika rentetan tembakan memecah kesunyian Kompleks Asrama RPKAD di Batujajar, Bandung. Pasukan Kompi B yang tidak setuju dengan rencana penculikan mengamuk.
Alhasil terlibat baku tembak dengan perwira Kompi A yang dipimpin oleh Benny Moerdani. Di tengah kekacauan, Sersan Agus Hernoto kecewa dengan kepemimpinan Djaelani, menghadang Benny Moerdani sambil menodongkan senjata ke wajahnya.
“Mau ke mana?” gertak Hernoto. Benny yang baru pulih dari sakit dengan tenang menjawab, “Ke kantor.”
Lihat Juga :