Kisah Laksamana Malahayati, Singa Betina Tanah Rencong Penjaga Selat Malaka
Rabu, 07 Agustus 2024 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
Sultan Riayat Syah kemudian mengangkatnya sebagai Laksamana, menjadikannya perempuan pertama di dunia yang menyandang pangkat tersebut. Malahayati kemudian mendirikan Inong Balee, sebuah pasukan elite yang terdiri dari 2.000 janda prajurit yang gugur melawan Portugis.
Pasukan ini dilatih dengan kemampuan tempur yang tangguh, berkat pengetahuan yang diperoleh Malahayati saat belajar di Mahad Baitul Maqdis di bawah instruktur dari Turki. Pasukan Inong Balee terlibat dalam beberapa peperangan melawan Portugis dan Belanda.
Mereka beroperasi di perairan Selat Malaka, pantai timur Sumatera, dan Malaya. Mereka juga membangun Benteng Inong Balee di perbukitan dekat pesisir Teluk Lamreh, Krueng Raya, sebagai pusat pelatihan dan pertahanan.
Baca Juga: Kisah Hidup Jenderal Widodo, Matahari Kembar di TNI AD yang Disingkirkan Soeharto
Pada 21 Juni 1599, dua kapal Belanda, de Leeuw dan de Leeuwin, mencoba bersandar di pelabuhan Aceh Besar. Karena reputasi buruk mereka, Sultan menolak memberi izin. Malahayati dan pasukannya diperintahkan untuk mengusir kapal-kapal tersebut.
Pasukan ini dilatih dengan kemampuan tempur yang tangguh, berkat pengetahuan yang diperoleh Malahayati saat belajar di Mahad Baitul Maqdis di bawah instruktur dari Turki. Pasukan Inong Balee terlibat dalam beberapa peperangan melawan Portugis dan Belanda.
Mereka beroperasi di perairan Selat Malaka, pantai timur Sumatera, dan Malaya. Mereka juga membangun Benteng Inong Balee di perbukitan dekat pesisir Teluk Lamreh, Krueng Raya, sebagai pusat pelatihan dan pertahanan.
Baca Juga: Kisah Hidup Jenderal Widodo, Matahari Kembar di TNI AD yang Disingkirkan Soeharto
Pada 21 Juni 1599, dua kapal Belanda, de Leeuw dan de Leeuwin, mencoba bersandar di pelabuhan Aceh Besar. Karena reputasi buruk mereka, Sultan menolak memberi izin. Malahayati dan pasukannya diperintahkan untuk mengusir kapal-kapal tersebut.
Lihat Juga :