alexametrics

Rekor, Harga Cabai di Pangkalan Bun Tembus Rp200.000 per Kg

loading...
Rekor, Harga Cabai di Pangkalan Bun Tembus Rp200.000 per Kg
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Harga cabai rawit di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) tembus Rp200.000 per Kg. Harga ini rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Mahalnya harga jual cabai rawit di sejumlah pasar tradisional dan pedagang sayur di Pangkalan Bun membuat ibu rumah tangga dan para pedagang makanan menjerit.

“Gila harganya, saya Rabu siang 14 Agustus 2019 sempat membeli di Pasar Indrasari 1 ons atau 100 gram dengan harga Rp25.000. Kalau beli 1.000 gram (1 Kg) harys membayar Rp200.000. Ceh, ceh pedasnya menampar kami,” ujar Mely, warga Kampung Baru, Kamis pagi (15/8/2019).



Tak hanya Mely yang mengeluh, sejumlah pedagang makanan juga kelimpungan untuk memasak aneka menu masakan yang mayoritas menggunakan cabai.

“Mau tidak mau tetap kita beli meski harganya selangit, kalau kita naikkan harga makanan sangat tidak mungkin, sebab pembeli pasti komplain. Ya kita siasati dengan menggunakan cabai yang minim di setiap masakan,” ujar Acil Hana, penjual makanan di Kelurahan Raja.

Padahal pantauan ke sejumlah pasar tradisional dan penjual sayur mayur di Pangkalan Bun pada Rabu pagi, 14 Agustus 2019 harga jual masih di kisaran Rp120.000-Rp140.000.

Pedasnya harga cabai rawit ini sudah terjadi sejak enam hari terakhir atau sebelum Hari Idul Adha. Hal ini disebabkan pasokan dari Pulau Jawa minim.

“Kalau tengkulak bilang, tidak ada kiriman dari Jawa. Sebab kebutuhan cabai rawit di Pangkalan Bun ini masih tergantung dari Pulau Jawa. Kalau tidak ada pengiriman ya kayak gini jadinya langka,” ujar Bibit, pedagang sayur di Jalan Ahmad Wongso.

Mahal harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pangkalan Bun membuat sejumlah warga terpaksa membeli cabai rawit meski sudah busuk.

Padahal selama ini, pedagang selalu membuang cabai yang sudah busuk. Masyarakat Pangkalan Bun berharap harga cabai kembali normal.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak