alexametrics

Polres Tapanuli Utara Tunggu Hasil Autopsi dan Identifikasi DNA Tersangka Pembunuh Siswi SMK

loading...
Polres Tapanuli Utara Tunggu Hasil Autopsi dan Identifikasi DNA Tersangka Pembunuh Siswi SMK
Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen dan pemerhati pendidikan Taput Martua Situmorang. Foto/Okezone/Robert Fernando H Siregar
A+ A-
TAPANULI UTARA - Polres Tapanuli Utara (Taput) masih menunggu hasil autopsi rumah sakit dr Djasemen Saragih dalam kasus kematian siswi SMK Karya Tarutung. Polisi juga menunggu identifikasi DNA dan cairan sperma dari Mabes Polri.

Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen menerangkan, DNA RH tersangka pelaku pembunuh Kristina Gultom siswi kelas XII, SMK Karya Tarutung, telah dikirim ke Mabes Polri. Polisi juga mengirimkan cairan sperma yang ditemukan di sekitar jenazah korban yang berasal dari Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Taput,

"Polres Taput telah mengirim DNA tersangka ke Mabes Polri serta cairan sperma yang ditemukan. Kita masih menunggu hasil DNA dan cairan sperma serta hasil autopsi jasad korban dari rumah sakit dr Djasamen Saragih Pematang Siantar,"ungkap Kapolres Taput Horas Silaen, Senin (12/8/2019).



Horas Silaen menyebutkan, bila hasil autopsi dan hasil indentifikasi DNA serta cairan sperma ada kecocokannya dengan tersangka RH, maka bisa dijerat pasal berlapis. Polres Taput akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan tersangka.

"Dalam penyidikan, pasal bisa berubah, apabila ada temuan-temuan baru oleh penyidik dalam pemeriksaan. Kalau ada bukti baru misalnya tindakan pemerkosaan, RH juga dijerat pasal 285 pemerkosaan dan bahkan dijerat pasal 340 pembunuhan berencana," kata Kapolres Taput.

Di kesempatan yang sama, pemerhati pendidikan di Taput, Martua Situmorang, berharap kepada Kapolres Taput, agar bekerja secara profesional dan membuka kasus itu seterang-terangnya kepada publik.

"Mohon penanganan kasus ini, agar dilakukan secara profesional dan mengungkap motif serta fakta-fakta hukum. Juga agar membuka kasus ini seterang-terangnya kepada publik, agar tidak terjadi berbagai persepsi atau penafsiran yang berbeda-beda," harap Martua Situmorang.

Kristina Gultom diketahui tidak pulang ke rumahnya semalaman sejak Minggu 4 Agustus 2019 dan ditemukan tewas di kebun tidak jauh dari rumahnya Senin 5 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB. Jenazah korban ditemukan di antara pohon bambu dan salak, di Dusun huta Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Taput.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak