Pasangan Rohmi-Firin Paling Siap Hadapi Fenomena Pemilih Pragmatis di Pilgub NTB 2024
Senin, 05 Agustus 2024 - 06:34 WIB
loading...
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin (Rohmi-Firin), dianggap memiliki keunggulan yang solid. Foto/Muzakir/MPI
A
A
A
MATARAM - Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai bahwa kemenangan kandidat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB tahun 2024 akan sangat dipengaruhi oleh kerja mesin-mesin partai politik pendukung. Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, menyatakan bahwa meskipun barisan relawan tetap berperan, namun peran mesin partai politik dengan struktur organisasi yang teratur dan koordinasi yang solid akan menjadi kunci keberhasilan dalam Pilkada.
Menurut Bambang, yang akrab disapa Didu, loyalitas dari basis pendukung partai politik selalu memberikan dukungan yang konsisten dan berkelanjutan, sesuatu yang sering kali sulit dicapai oleh gerakan relawan yang lebih heterogen. Pemilihan legislatif tahun 2024 menunjukkan adanya pergeseran perilaku pemilih menuju pragmatisme, di mana banyak kandidat petahana tumbang meskipun telah berkontribusi besar kepada konstituennya selama bertahun-tahun.
Didu menjelaskan bahwa pemilih pragmatis adalah mereka yang membuat keputusan berdasarkan 'keuntungan langsung' atau praktis yang dapat diperoleh dari kandidat, bukan berdasarkan ideologi atau visi jangka panjang. Pemilih pragmatis cenderung dipengaruhi oleh manfaat material atau janji konkret untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Menghadapi pemilih seperti ini, partai politik dengan struktur organisasi yang jelas dan sumber daya finansial yang memadai memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan relawan.
Dalam konteks ini, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin (Rohmi-Firin), dianggap memiliki keunggulan yang solid. Didu menyoroti bahwa pasangan ini didukung oleh PDI Perjuangan, partai ideologis dengan basis massa terbesar di tanah air, serta organisasi massa Islam terbesar di NTB, NWDI. Selain itu, dukungan dari partai-partai politik Islam seperti PKB dan PBB, serta partai nasionalis Perindo, menjadikan Rohmi-Firin memiliki basis massa yang loyal dan tak terbantahkan.
Baca Juga: Partai Perindo Optimistis PKB Bakal Dukung Sitti Rohmi di Pilgub NTB
Menurut Bambang, yang akrab disapa Didu, loyalitas dari basis pendukung partai politik selalu memberikan dukungan yang konsisten dan berkelanjutan, sesuatu yang sering kali sulit dicapai oleh gerakan relawan yang lebih heterogen. Pemilihan legislatif tahun 2024 menunjukkan adanya pergeseran perilaku pemilih menuju pragmatisme, di mana banyak kandidat petahana tumbang meskipun telah berkontribusi besar kepada konstituennya selama bertahun-tahun.
Didu menjelaskan bahwa pemilih pragmatis adalah mereka yang membuat keputusan berdasarkan 'keuntungan langsung' atau praktis yang dapat diperoleh dari kandidat, bukan berdasarkan ideologi atau visi jangka panjang. Pemilih pragmatis cenderung dipengaruhi oleh manfaat material atau janji konkret untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Menghadapi pemilih seperti ini, partai politik dengan struktur organisasi yang jelas dan sumber daya finansial yang memadai memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan relawan.
Dalam konteks ini, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin (Rohmi-Firin), dianggap memiliki keunggulan yang solid. Didu menyoroti bahwa pasangan ini didukung oleh PDI Perjuangan, partai ideologis dengan basis massa terbesar di tanah air, serta organisasi massa Islam terbesar di NTB, NWDI. Selain itu, dukungan dari partai-partai politik Islam seperti PKB dan PBB, serta partai nasionalis Perindo, menjadikan Rohmi-Firin memiliki basis massa yang loyal dan tak terbantahkan.
Baca Juga: Partai Perindo Optimistis PKB Bakal Dukung Sitti Rohmi di Pilgub NTB
Lihat Juga :