Kemensos Salurkan Bantuan Sosial Usaha Mandiri Bagi 26 Eks Napiter
Senin, 24 Agustus 2020 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Kuatnya stigma dan diskriminasi, sangat berpengaruh pada berhasil tidaknya eks napiter dalam proses reintegrasi sosial. Hal ini dapat terlihat dari tidak sedikit eks napiter yang mengalami penolakan dari keluarga, kelompok dan masyarakat tempat di mana dia tinggal. Minimnya akses, kesempatan, dukungan keluarga dan masyarakat, mengakibatkan eks napiter frustasi, sulit mendapatkan pekerjaan, stres, depresi dan akhirnya kembali lagi ke jaringan lamanya.
Pimpinan Yayasan Gema Salam Joko Tri Harmanto alias Jack Harun mengatakan, para eks napiter banyak diantaranya yang telah mendirikan usaha. Seperti ternak kambing, ternak lele, berjualan online, dan ada juga yang bekerja menjadi karyawan servis AC. “Banyak yang memilih usaha pribadi karena lebih bebas, dan tidak terikat waktu,” ungkap Jack Harun. Dalam mengawali usaha, diakui rata rata mengalami jatuh bangun. Usaha yang dijalani sejauh ini baru cukup untuk makan saja.
Namun untuk menjadi besar dan sukses, diakui butuh waktu. Sehingga, mereka membutuhkan bimbingan dari elemen elemen terkait. “Semangat untuk membesarkan, disiplin dalam waktu, dan disiplin dalam bekerja masih kurang,” bebernya. Sehingga selain bantuan dalam bentuk tunai, ada bimbingan kewirausahaan atau bimbingan ke spiritual dan semangatnya.
Pimpinan Yayasan Gema Salam Joko Tri Harmanto alias Jack Harun mengatakan, para eks napiter banyak diantaranya yang telah mendirikan usaha. Seperti ternak kambing, ternak lele, berjualan online, dan ada juga yang bekerja menjadi karyawan servis AC. “Banyak yang memilih usaha pribadi karena lebih bebas, dan tidak terikat waktu,” ungkap Jack Harun. Dalam mengawali usaha, diakui rata rata mengalami jatuh bangun. Usaha yang dijalani sejauh ini baru cukup untuk makan saja.
Namun untuk menjadi besar dan sukses, diakui butuh waktu. Sehingga, mereka membutuhkan bimbingan dari elemen elemen terkait. “Semangat untuk membesarkan, disiplin dalam waktu, dan disiplin dalam bekerja masih kurang,” bebernya. Sehingga selain bantuan dalam bentuk tunai, ada bimbingan kewirausahaan atau bimbingan ke spiritual dan semangatnya.
(msd)
Lihat Juga :