Nelayan Aceh Barat Daya Rasakan Manfaat Program Konservasi Terumbu Karang oleh PDC
Senin, 24 Agustus 2020 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Lokasi program konservasi terumbu karang ini berada di Kabupaten Aceh Barat Daya, dimana tepatnya di Kecamatan Susoh, terdapat pulau kecil yang disebut Pulau Gosong dengan luasnya hanya kurang lebih 1 hektare, jelas Erijal.
"Sejak 2018 kami bekerja sama dengan PT Mifa Bersaudara yang merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk mengerjakan program konservasi terumbu karang ini. Kami berharap kegiatan yang banyak memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat nelayan ini mendapat dukungan yang lebih luas baik dari Pemerintah maupun pihak swasta," ujarnya.
Mengenai kesulitan, Erijal mengatakan pekerjaan ini membutuhkan ketekunan karena harus bekerja di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut. "Di kedalaman itu kami harus mengikat karang-karang itu menjadi apartemen ikan. Kalau ikatan kurang kuat bisa lepas. Kemudian kedalaman juga menentukan pertumbuhan karang," jelas Erijal.
Mengenai pelaksanaan program, Erijal mengatakan pada tahun 2018 PDC dan Mifa Bersaudara fokus melakukan transplantasi terumbu karang mulai dari tahap pemilihan bibit, pemotongan, perawatan, penempatan bibit, dan penanaman melalui media khusus. Tahun berikutnya dilakukan monitoring sembari menempatkan apartemen ikan di area tempat transplantasi terumbu karang dibuat. Kegiatan ini dilakukan secara periodik dan berkelanjutan.
"Dari hasil kegiatan monitoring pada tahun 2020 ini diperoleh data pertumbuhan karang yang cukup baik dimana rata-rata pertumbuhan mencapai empat sampai enam centimeter. Ini menandakan perairan laut area konservasi tersebut cukup baik," terang Erijal.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan mendukung setiap usaha konservasi terhadap terumbu karang. Suharso menerangkan Terumbu karang (coral reef) yang sehat tidak hanya menyangkut aspek kelestarian lingkungan, melainkan mampu menjadi solusi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi.
"Sejak 2018 kami bekerja sama dengan PT Mifa Bersaudara yang merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk mengerjakan program konservasi terumbu karang ini. Kami berharap kegiatan yang banyak memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat nelayan ini mendapat dukungan yang lebih luas baik dari Pemerintah maupun pihak swasta," ujarnya.
Mengenai kesulitan, Erijal mengatakan pekerjaan ini membutuhkan ketekunan karena harus bekerja di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut. "Di kedalaman itu kami harus mengikat karang-karang itu menjadi apartemen ikan. Kalau ikatan kurang kuat bisa lepas. Kemudian kedalaman juga menentukan pertumbuhan karang," jelas Erijal.
Mengenai pelaksanaan program, Erijal mengatakan pada tahun 2018 PDC dan Mifa Bersaudara fokus melakukan transplantasi terumbu karang mulai dari tahap pemilihan bibit, pemotongan, perawatan, penempatan bibit, dan penanaman melalui media khusus. Tahun berikutnya dilakukan monitoring sembari menempatkan apartemen ikan di area tempat transplantasi terumbu karang dibuat. Kegiatan ini dilakukan secara periodik dan berkelanjutan.
"Dari hasil kegiatan monitoring pada tahun 2020 ini diperoleh data pertumbuhan karang yang cukup baik dimana rata-rata pertumbuhan mencapai empat sampai enam centimeter. Ini menandakan perairan laut area konservasi tersebut cukup baik," terang Erijal.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan mendukung setiap usaha konservasi terhadap terumbu karang. Suharso menerangkan Terumbu karang (coral reef) yang sehat tidak hanya menyangkut aspek kelestarian lingkungan, melainkan mampu menjadi solusi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi.
Lihat Juga :