alexametrics

1.136 Warga Pekanbaru Terserang ISPA Dalam Sepekan

loading...
1.136 Warga Pekanbaru Terserang ISPA Dalam Sepekan
Ribuan warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terjangkit penyakit ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan Akut). Tampak kondisi kota Pekanbaru yang diselimuti asap. Okezone/Banda
A+ A-
PEKANBARU - Ribuan warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terjangkit penyakit ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan Akut). Penyakit gangguan pernapasan disebabkan karena warga menghirup asap yang berasal dari pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkot, Maisel Fidayesi mengatakan sebanyak 1.136 warga Pekanbaru positif terkena penyakit ISPA atau gangguan pernapasan.

Data yang dimiliki Dinkes Pekanbaru merupakan perhitungan dalam sepekan terakhir. "Berdasarkan pendataan kita di semua Puskemas dari 29 Juli sampai 3 Agutus 2019, ada 1.136 warga terkena ISPA," kata Maisel Fidayesi, Senin (5/8/2019).



Namun data yang dilansir Dinkes Kota Pekanbaru dengan yang dimiliki Dinkes Provinsi Riau jauh berbeda. Dimana Dinkes Riau menyebut penderita ISPA di Pekanbaru hanya 258 orang. Itu pun merupakan data ISPA dari Januari hingga Juli 2019.

Dinkes Kota Pekanbaru melansir dari data 21 Puskesmas yang ada di Pekanbaru, bahwa usia yang paling banyak terpapar ISPA yakni usia 17 hingga 45 tahun dengan jumlah 447 orang.

Warga juga dihimbau agar mengurangi aktivitas di luar luar. Jikapun harus ke luar harus menggunakan masker. "Kita sudah membagikan sejumlah masker ke warga. Bagi warga yang belum memiliki masker bisa membelinya karena harganya murah," pintanya.

Berdasarkan data dari BMKG, hari ini kota Pekanbaru diselimuti asap dan jarak pandang hanya 1,5 kilometer. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di level tidak sehat.

Selain Pekanbaru, daerah lain yang menyumbangkan asap ke Ibukota Riau adalah lahan Kabupaten Pelalawan, Inhil dan Siak. Selain lahan warga, banyak juga lahan milik perusahaan di Riau terbakar.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak