Alissa Wahid Apresiasi Transformasi Layanan Kemenag di IMF 2024
Kamis, 01 Agustus 2024 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Alissa, di antara kunci keberhasilan Kemenag melakukan transformasi adalah keberaniannya untuk menggandeng mitra-mitra strategis secara efektif.
Baca juga: Belum Rampungkan Reformasi Birokrasi, ASN Tak Dapat Tunjangan Kinerja
Pihak terkait itu dilibatkan untuk memetakan masalah, mendesain solusi dan membantu menyiapkan program terbaik.
Pada aspek layanan publik misalnya, saat ini sudah hampir semua serba terdigitalisasi. Bahkan Kemenag juga meluncurkan aplikasi Pusaka yang memiliki banyak jenis layanan.
Selain transformasi digital, program besar lain yang diusung Kemenag adalah Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), kemandirian pesantren, penguatan moderasi beragama, cyber Islamic University, tahun kerukunan umat beragama dan religiousity index.
"Terus terang sekarang layanan digital di Kemenag lebih banyak. Perubahan budaya birokrasi dan program ini mulai dilakukan tahun 2020 (era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas). Intinya di era perkembangan teknologi yang tumbuh cepat ini, institusi harus cermat dalam melakukan transformasi," terang aktivis sosial bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid tersebut.
Baca juga: Belum Rampungkan Reformasi Birokrasi, ASN Tak Dapat Tunjangan Kinerja
Pihak terkait itu dilibatkan untuk memetakan masalah, mendesain solusi dan membantu menyiapkan program terbaik.
Pada aspek layanan publik misalnya, saat ini sudah hampir semua serba terdigitalisasi. Bahkan Kemenag juga meluncurkan aplikasi Pusaka yang memiliki banyak jenis layanan.
Selain transformasi digital, program besar lain yang diusung Kemenag adalah Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), kemandirian pesantren, penguatan moderasi beragama, cyber Islamic University, tahun kerukunan umat beragama dan religiousity index.
"Terus terang sekarang layanan digital di Kemenag lebih banyak. Perubahan budaya birokrasi dan program ini mulai dilakukan tahun 2020 (era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas). Intinya di era perkembangan teknologi yang tumbuh cepat ini, institusi harus cermat dalam melakukan transformasi," terang aktivis sosial bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid tersebut.
Lihat Juga :