Kegarangan Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI I Nyoman Cantiasa Lawan Perusuh Bersenjata saat Tenangkan Ambon
Kamis, 01 Agustus 2024 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Kosektor-1 segera mendapat bantuan satu kompi Yon Gab dengan unsur utama Kopassus dibantu Paskhas dan Marinir. Sasaran utama Hotel Wijaya II yang menjadi sarang perusuh dan sniper.
Baca Juga: Kebal Peluru, Prajurit Kopasgat TNI AU Selamatkan Temannya dalam Operasi Mandala
Batalyon Pemukul Sektor diperbantukan untuk mengamankan lingkaran luar hotel yang akan diserbu. Setelah Pangdam memberi lampu hijau untuk menyerang perusuh, pukul 05.00 WIT pasukan langsung bergerak ke arah Hotel Wijaya II.
Serangan pembukaan dilakukan dengan granat kejut dan rentetan tembakan. Dengan cepat pasukan masuk dan menyerbu ruangan demi ruangan. Ledakan granat kejut dan rentetan tembakan terdengar di mana-mana.
Sungguh pertempuran kota seperti pertempuran Stalingrad di Uni Soviet semasa Perang Dunia II. Pada saat bersamaan, patroli Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ambon berpatroli memblokir laut mencegah kaburnya perusuh atau datangnya bantuan dari laut.
Pembersihan hotel berlangsung hingga pukul 07.00. Aparat bertekad menangkap mereka hidup-hidup. Beberapa mencoba lari tapi berhasil dikejar di sekitar hotel dan banyak juga yang menyerah tanpa syarat.
Baca Juga: Kisah Letnan Komarudin, Prajurit Legendaris TNI Kebal Peluru dan Suntikan
Para perusuh sudah setahun menempati hotel Wijaya II itu dan tidak pernah mengira aparat akan berani masuk menyerbu. Banyak dari mereka yang ditangkap ternyata dalam keadaan mabuk dan sisa-sisa pesta ditemukan di dalam hotel.
Tak disangka bahwa di saat masyarakat Ambon dicekam ketakutan, ternyata para perusuh justru berpesta pora. Sebagian dari perusuh yang ditangkap adalah warga sipil, mantan tentara, dan polisi yang ditangkap atau desersi.
Tim gabungan menyita revolver, pistol FN 46, Colt 38, serta beragam senapan seperti AK 101, AK 102, Lee Enfield (LE), SKS, MK-1, MK-3, SS-1, M-16, SPR, US Carabine 30mm, Ruger mini, Mauser, senapan dan bom rakitan disertai dokumen berisi catatan serangan.
Baca Juga: Kebal Peluru, Prajurit Kopasgat TNI AU Selamatkan Temannya dalam Operasi Mandala
Batalyon Pemukul Sektor diperbantukan untuk mengamankan lingkaran luar hotel yang akan diserbu. Setelah Pangdam memberi lampu hijau untuk menyerang perusuh, pukul 05.00 WIT pasukan langsung bergerak ke arah Hotel Wijaya II.
Serangan pembukaan dilakukan dengan granat kejut dan rentetan tembakan. Dengan cepat pasukan masuk dan menyerbu ruangan demi ruangan. Ledakan granat kejut dan rentetan tembakan terdengar di mana-mana.
Sungguh pertempuran kota seperti pertempuran Stalingrad di Uni Soviet semasa Perang Dunia II. Pada saat bersamaan, patroli Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ambon berpatroli memblokir laut mencegah kaburnya perusuh atau datangnya bantuan dari laut.
Pembersihan hotel berlangsung hingga pukul 07.00. Aparat bertekad menangkap mereka hidup-hidup. Beberapa mencoba lari tapi berhasil dikejar di sekitar hotel dan banyak juga yang menyerah tanpa syarat.
Baca Juga: Kisah Letnan Komarudin, Prajurit Legendaris TNI Kebal Peluru dan Suntikan
Para perusuh sudah setahun menempati hotel Wijaya II itu dan tidak pernah mengira aparat akan berani masuk menyerbu. Banyak dari mereka yang ditangkap ternyata dalam keadaan mabuk dan sisa-sisa pesta ditemukan di dalam hotel.
Tak disangka bahwa di saat masyarakat Ambon dicekam ketakutan, ternyata para perusuh justru berpesta pora. Sebagian dari perusuh yang ditangkap adalah warga sipil, mantan tentara, dan polisi yang ditangkap atau desersi.
Tim gabungan menyita revolver, pistol FN 46, Colt 38, serta beragam senapan seperti AK 101, AK 102, Lee Enfield (LE), SKS, MK-1, MK-3, SS-1, M-16, SPR, US Carabine 30mm, Ruger mini, Mauser, senapan dan bom rakitan disertai dokumen berisi catatan serangan.
(ams)
Lihat Juga :