Sekda Herman Suryatman Lepas 1.136 Mahasiswa Universitas Garut Ikuti KKN Tematik
Rabu, 31 Juli 2024 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau waktunya salat, ikut salat berjamaah bersama masyarakat. Kalau ada kegiatan ikut, jangan membuat hal-hal yang tidak patut dilakukan mahasiswa," kata Barnas.
Mahasiswa Garut, kata Barnas, harus pintar, berwawasan, dan banyak tanya kalau tidak tahu. Kemudian berkolaborasi bersama masyarakat membangun desa.
Rektor Uniga Abdusy Syakur Amin mengungkap bahwa KKN Tematik merupakan salah satu program unggulan Uniga yang melibatkan masiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melakukan pengabdian.
"Bersama masyarakat, mahasiswa belajar mengidentifikasi permasalahan lalu mendesain solusi dan mengimplementasikannya," ucap Abdusy.
Menurut Abdusy, KKN Tematik ini bagian interaksi mahasiswa dan masyarakat, implementasi pendekatan pembangunan melalui Pentahelix, di mana ada akademisi, pemerintah, masyarakat, bisnis, dan media.
Abdusy juga berharap anak didiknya dapat membantu Pemda Provinsi Jabar dalam mengurangi stunting dan kemiskinan ekstrem.
"Adik-adik bisa lebih fokus dari hal tersebut tentu tanpa mengabaikan hal-hal lain. Jangan lupa bersilaturahmi dengan pemerintahan kecamatan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Jaga keselamatan, kesehatan, komunikasi dengan semua pihak," tuturnya.
Mahasiswa Garut, kata Barnas, harus pintar, berwawasan, dan banyak tanya kalau tidak tahu. Kemudian berkolaborasi bersama masyarakat membangun desa.
Rektor Uniga Abdusy Syakur Amin mengungkap bahwa KKN Tematik merupakan salah satu program unggulan Uniga yang melibatkan masiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melakukan pengabdian.
"Bersama masyarakat, mahasiswa belajar mengidentifikasi permasalahan lalu mendesain solusi dan mengimplementasikannya," ucap Abdusy.
Menurut Abdusy, KKN Tematik ini bagian interaksi mahasiswa dan masyarakat, implementasi pendekatan pembangunan melalui Pentahelix, di mana ada akademisi, pemerintah, masyarakat, bisnis, dan media.
Abdusy juga berharap anak didiknya dapat membantu Pemda Provinsi Jabar dalam mengurangi stunting dan kemiskinan ekstrem.
"Adik-adik bisa lebih fokus dari hal tersebut tentu tanpa mengabaikan hal-hal lain. Jangan lupa bersilaturahmi dengan pemerintahan kecamatan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Jaga keselamatan, kesehatan, komunikasi dengan semua pihak," tuturnya.
(ars)
Lihat Juga :