alexametrics

Mobil VW Milik Warga Australia Terbakar, Bikin Terkejut Warga Blitar

loading...
Mobil VW Milik Warga Australia Terbakar, Bikin Terkejut Warga Blitar
Tampak mobil VW Combi yang dikendarai WNA Australia dan istrinya terbakar di perempatan Jalan Kawi, Kota Blitar, Jawa Timur.Foto/Istimewa
A+ A-
BLITAR - Mobil Volks Wagen (VW) Combi yang ditumpangi warga Australia Paul Schafferius (65) dan Sri Rahayu (61) warga Kelurahan Gedok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, terbakar. Kobaran api tiba-tiba muncul dari belakang mobil bernopol AD 8952 EC ketika sedang melaju di perempatan Kawi, Kota Blitar, Senin (29/7/2019).

“Ada yang memberi tahu kalau mobil terbakar. Kalau tidak ada yang kasih tahu, kami juga tidak ngerti kalau ada api di belakang mobil, “tutur Sri Rahayu kepada wartawan.

Begitu kendaraan berhenti, Sri langsung meminta suaminya untuk keluar duluan. Pria asing itu hanya bisa menurut ketika disuruh istrinya menjauhi mobil. Kemudian Sri menyelamatkan semua barang berharga dan dokumen penting keimigrasian dari kendaraan.



Kobaran api bercampur asap menyita perhatian pemakai jalan lain. Tidak sedikit dari mereka yang membantu melakukan pemadaman. Beruntung dua mobil pemadam kebakaran segera tiba di lokasi. Dalam waktu cepat api berhasil dipadamkan, meskipun bagian dalam mobil keluaran 1978 itu hangus terbakar.

“Padahal selama ini tidak ada masalah,“ kata Sri. Mobil lawas itu dimiliki selama empat tahun. Dan baru sekitar tiga hari lalu diisi bahan bakar. Kebakaran yang terjadi diduga disebabkan konsleting kelistrikan mobil. Api diduga muncul dari arah mesin dan langsung menjalar.

Menurut Sri, dia dan suaminya baru saja ke Kantor Imigrasi Blitar yang berlokasi di wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Selama perjalanan juga tidak ada masalah. Setelah mengurus perpanjangan izin tinggal di Indonesia, keduanya berencana langsung pulang ke rumah di Kelurahan Gedok, Kota Blitar.

Menurut Kepala UPT PMK Kota Blitar Tri Nanang Karyawan, untuk menjinakkan kobaran api dua unit mobil PMK langsung diterjunkan. Jika tidak ditangani dengan cepat, dikhawatirkan api akan menjalar ke mana-mana. “Diduga karena konsleting. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan,“ katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak