Hibah Kemendikbud Ristek Tingkatkan Hasil Pertanian Kampung Cibeureum

Jum'at, 26 Juli 2024 - 11:57 WIB
loading...
Hibah Kemendikbud Ristek...
Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Desa Sukanagalih membentuk Desa Binaan dengan bantuan hibah dari Kemendikbudristek. Foto/Ist
A A A
CIANJUR - Kampung Cibeureum, Desa Sukanagalih, Cianjur , Jawa Barat, mengalami tantangan besar akibat perubahan iklim. Kemarau panjang di tahun 2023 membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk pertanian, terutama di perbukitan yang sulit menemukan sumber air.

Meski lahan pertanian di bawah perbukitan masih mendapatkan air dari mata air dengan volume kecil, kondisi serupa berulang di tahun 2024. Kurangnya hujan mengganggu pertumbuhan tanaman, dan petani masih bergantung pada kolam tadah hujan yang belum tersebar luas.

Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Desa Sukanagalih membentuk Desa Binaan dengan bantuan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kerjasama ini resmi dimulai dengan penandatanganan perjanjian antara Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dan Kepala Desa Sukanagalih, Dudung Djaenuddin, S.IP., pada 15 Juli 2024.

Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) UAI yang diketuai oleh Dr. Dra. Nita Noriko, M.S., mengidentifikasi masalah utama, termasuk perubahan iklim dan pertambahan penduduk yang mengurangi lahan pertanian. Mereka menemukan solusi melalui pendekatan multidisiplin ilmu.

Baca Juga: Ada AUTP, Petani Cianjur Diajak Asuransikan Lahan Pertanian

“Akar permasalahan selain perubahan iklim adalah konversi lahan untuk pemukiman. Petani membuka lahan di perbukitan yang sebelumnya didominasi bambu, tanaman yang dapat menyimpan air dengan baik,” ujar Nita. Selain itu, pendidikan petani yang mayoritas lulusan SD atau bahkan tidak lulus, menyebabkan mereka kurang mengakses informasi pertanian terkini.

Sejak tahun 2022, PKM UAI telah meningkatkan kesadaran petani tentang konservasi tanah dan air. Pada tahun 2023, mereka membangun embung-embung untuk menampung air dari sumber mata air dan aliran air, yang sebelumnya terbuang ke selokan. Kini, 10 hektar lahan pertanian diselamatkan dari kelangkaan air.

Selain itu, PKM UAI mendorong penggunaan bahan organik dan mengurangi pupuk kimia untuk menjaga kesuburan tanah. Mereka juga mengajarkan sistem pertanian multi-cropping untuk mengurangi serangan hama dan penggunaan teknologi seperti sensor pH dan kelembaban tanah untuk efektivitas pupuk dan air.

Berkat upaya ini, petani tetap bisa bertani di musim kemarau dan meningkatkan produktivitas hingga 50 persen. Mereka juga diajarkan memasarkan hasil pertanian melalui media sosial, dengan bantuan generasi Z yang membuat konten pemasaran di TikTok, beberapa di antaranya meraih hingga 53.000 viewer.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penanaman 1.000 Pohon...
Penanaman 1.000 Pohon di Cipanas, Jumhur: Kesejahteraan dan Perlindungan Lingkungan Harus Seimbang
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
Kolaborasi Perguruan...
Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Pemanfaatan Kemiri di Desa Ropang Sumbawa
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Berita Terkini
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Infografis
China Tingkatkan Patroli...
China Tingkatkan Patroli di Sekitar Kepulauan Sengketa di LCS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved