Hibah Kemendikbud Ristek Tingkatkan Hasil Pertanian Kampung Cibeureum
Jum'at, 26 Juli 2024 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
“Akar permasalahan selain perubahan iklim adalah konversi lahan untuk pemukiman. Petani membuka lahan di perbukitan yang sebelumnya didominasi bambu, tanaman yang dapat menyimpan air dengan baik,” ujar Nita. Selain itu, pendidikan petani yang mayoritas lulusan SD atau bahkan tidak lulus, menyebabkan mereka kurang mengakses informasi pertanian terkini.
Sejak tahun 2022, PKM UAI telah meningkatkan kesadaran petani tentang konservasi tanah dan air. Pada tahun 2023, mereka membangun embung-embung untuk menampung air dari sumber mata air dan aliran air, yang sebelumnya terbuang ke selokan. Kini, 10 hektar lahan pertanian diselamatkan dari kelangkaan air.
Selain itu, PKM UAI mendorong penggunaan bahan organik dan mengurangi pupuk kimia untuk menjaga kesuburan tanah. Mereka juga mengajarkan sistem pertanian multi-cropping untuk mengurangi serangan hama dan penggunaan teknologi seperti sensor pH dan kelembaban tanah untuk efektivitas pupuk dan air.
Berkat upaya ini, petani tetap bisa bertani di musim kemarau dan meningkatkan produktivitas hingga 50 persen. Mereka juga diajarkan memasarkan hasil pertanian melalui media sosial, dengan bantuan generasi Z yang membuat konten pemasaran di TikTok, beberapa di antaranya meraih hingga 53.000 viewer.
Sejak tahun 2022, PKM UAI telah meningkatkan kesadaran petani tentang konservasi tanah dan air. Pada tahun 2023, mereka membangun embung-embung untuk menampung air dari sumber mata air dan aliran air, yang sebelumnya terbuang ke selokan. Kini, 10 hektar lahan pertanian diselamatkan dari kelangkaan air.
Selain itu, PKM UAI mendorong penggunaan bahan organik dan mengurangi pupuk kimia untuk menjaga kesuburan tanah. Mereka juga mengajarkan sistem pertanian multi-cropping untuk mengurangi serangan hama dan penggunaan teknologi seperti sensor pH dan kelembaban tanah untuk efektivitas pupuk dan air.
Berkat upaya ini, petani tetap bisa bertani di musim kemarau dan meningkatkan produktivitas hingga 50 persen. Mereka juga diajarkan memasarkan hasil pertanian melalui media sosial, dengan bantuan generasi Z yang membuat konten pemasaran di TikTok, beberapa di antaranya meraih hingga 53.000 viewer.
(hri)
Lihat Juga :