Kisah Tragis Pangeran Diponegoro Dikhianati Rakyatnya, Picu Kematian Panglima Ngabehi
Jum'at, 26 Juli 2024 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
“Alhasil pada September 1820, tahun keempat perang perlawanan terorganisasi terhadap Belanda di daerah-daerah subur pangan di Jawa Tengah bagian selatan berakhir sudah,” demikian dikutip dari buku“Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1825”.
Ikatan rasa saling percaya dan kerja samaantara pasukan Pangeran Diponegoro dan penduduk desa setempat telah rusak. Tanpa dukungan rakyat, tidak mungkin lagi Pangeran Diponegoro melancarkan perang gerilya dengan berhasil.
Baca Juga: Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, Mulai dari Tidak Bisa Bersaing Secara Bisnis hingga Kemunculan Kerajaan Baru
Ini mempengaruhi nasib keselamatan Pangeran Diponegoro. Pada21 September 1829, Pangeran Ngabehi, panglima paling senior yang tersisa, bersama dua putranya, terbunuh dalam pertempuran sengit di Pegunungan Kelir.
Tidak lama kemudian, pada11 November 1829, Pangeran Diponegoro nyaris tertangkap oleh pasukan gerak cepat ke-11 yang dikomandoi oleh Mayor A. V. Michiels di Pegunungan Gowong.
Diponegoro kemudian memutuskan untuk masuk ke hutan sebelah barat Bagelen, hanya ditemani dua punakawan atau pengiring terdekat, yakni Bantengwerang dan Roto.
Ikatan rasa saling percaya dan kerja samaantara pasukan Pangeran Diponegoro dan penduduk desa setempat telah rusak. Tanpa dukungan rakyat, tidak mungkin lagi Pangeran Diponegoro melancarkan perang gerilya dengan berhasil.
Baca Juga: Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, Mulai dari Tidak Bisa Bersaing Secara Bisnis hingga Kemunculan Kerajaan Baru
Ini mempengaruhi nasib keselamatan Pangeran Diponegoro. Pada21 September 1829, Pangeran Ngabehi, panglima paling senior yang tersisa, bersama dua putranya, terbunuh dalam pertempuran sengit di Pegunungan Kelir.
Tidak lama kemudian, pada11 November 1829, Pangeran Diponegoro nyaris tertangkap oleh pasukan gerak cepat ke-11 yang dikomandoi oleh Mayor A. V. Michiels di Pegunungan Gowong.
Diponegoro kemudian memutuskan untuk masuk ke hutan sebelah barat Bagelen, hanya ditemani dua punakawan atau pengiring terdekat, yakni Bantengwerang dan Roto.
Lihat Juga :