Saat Sopir dan Penumpang Laka Tol Cipali 'Bertemu' di Pemakaman
Senin, 24 Agustus 2020 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
Suasana pilu tampak saat keranda yang membawa dua jenazah itu berangkat menuju pemakaman. Saat keranda yang membawa jenazah Juli akan diberangkatkan dari Musala ke pemakamam, dalam waktu yang bersamaan, dari arah Desa Ligung (sebelah kulon) datang keranda yang membawa Dede diiringi banyak orang.
(Baca juga: Berdalih untuk Jaga Stamina, Satpam di Kebumen Konsumsi Sabu )
Kondisi itu memaksa keranda yang akan membawa jenazah Juli menunggu sebentar, membiarkan rombongan yang membawa keranda Dede masuk pemakman lebih dulu. "Ya Allah.. Itu (jenazah) Dede juga berangkat," kata salah satu pengantar jenajzah Juli, dengan suara parau.
Di tempat pemakman, jenazah Dede dimakamkan jauh lebih masuk ke dalam area pemakaman di banding Juli. Kedua makam itu berjarak sekitar 50 meter. Sementara, dalam perjalanannya, Makam Buyut Sraya dimanfaatkan untuk pemakaman warga dari tiga desa yakni Desa Bantarwaru, Ligung, dan Desa Ligung Lor.
(Baca juga: Berdalih untuk Jaga Stamina, Satpam di Kebumen Konsumsi Sabu )
Kondisi itu memaksa keranda yang akan membawa jenazah Juli menunggu sebentar, membiarkan rombongan yang membawa keranda Dede masuk pemakman lebih dulu. "Ya Allah.. Itu (jenazah) Dede juga berangkat," kata salah satu pengantar jenajzah Juli, dengan suara parau.
Di tempat pemakman, jenazah Dede dimakamkan jauh lebih masuk ke dalam area pemakaman di banding Juli. Kedua makam itu berjarak sekitar 50 meter. Sementara, dalam perjalanannya, Makam Buyut Sraya dimanfaatkan untuk pemakaman warga dari tiga desa yakni Desa Bantarwaru, Ligung, dan Desa Ligung Lor.
(eyt)
Lihat Juga :