8 Fakta Dugaan IRT di Malang Tewas Korban Perampokan, Nomor Buncit Mengerikan
Kamis, 18 Juli 2024 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Pasangan suami istri ini memiliki satu anak laki-laki yang sudah bekerja dan tinggal di Jakarta.
Sebelum ditemukan tewas mengenaskan. Suni diketahui sempat menerima tamu teman perempuannya. Tamu itu sekitar pukul 10.00 WIB lebih dan sempat berbincang dengan tetangga barat rumah korban, yang menunggu kedatangan Suni.
”Tetangga itu sempat ketemu dengan tamu perempuan itu. Terus kan ditanya nunggu siapa, ditawari duduk di teras (rumah tetangganya), katanya sudah WA-an sama Bu Suni (korbannya),” kata Fresio Sudarmawan, ketua RT setempat.
Teman korban ini sempat beberapa kali bertamu ke rumah Suni. Hal ini yang membuatnya sempat menegur Suni beberapa hari sebelumnya, agar meminta fotokopi KTP atau kartu keluarga (KK), agar berjaga-jaga dari kejadian yang tidak diinginkan.
Dugaan perampokan itu disebut Fresio terjadi saat Selasa siang (16/7/2024) antara rentang waktu pukul 12.00 WIB hingga menjelang pukul 14.30 WIB. Pasalnya saat itu kondisi lokasi perkampungan padat penduduk itu tengah sepi ditinggal penghuninya beraktivitas.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat masih melakukan penyelidikan dan belum menyimpulkan adanya dugaan perampokan karena pihaknya masih proses penyelidikan, pasca olah TKP.
Saat ditemukan suaminya, Suni mengalami luka pendarahan di kepala seperti bekas benturan. Bahkan beberapa bercak darah juga ditemukan di kasur dan dinding kamar depan. Ada bercak darah di dua tempat, di kasur banyak darah.
Hak itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat yang menyebut ada beberapa luka di bagian kepala Suni ketika polisi melakukan olah TKP. Tapi pihaknya belum menyimpulkan apakah luka itu akibat unsur dugaan kekerasan atau tidak.
“Benar ada seorang wanita meninggal dunia diperkirakan usianya 48 tahun, dengan luka di kepala, tapi perlu kami pastikan luka akibat benda tumpul atau benda tajam. Terdapat beberapa bercak darah di tubuh dan kamar depan rumahnya,” ungkapnya.
6. Kecurigaan Warga ke Tamu Wanitanya
Sebelum ditemukan tewas mengenaskan. Suni diketahui sempat menerima tamu teman perempuannya. Tamu itu sekitar pukul 10.00 WIB lebih dan sempat berbincang dengan tetangga barat rumah korban, yang menunggu kedatangan Suni.
”Tetangga itu sempat ketemu dengan tamu perempuan itu. Terus kan ditanya nunggu siapa, ditawari duduk di teras (rumah tetangganya), katanya sudah WA-an sama Bu Suni (korbannya),” kata Fresio Sudarmawan, ketua RT setempat.
Teman korban ini sempat beberapa kali bertamu ke rumah Suni. Hal ini yang membuatnya sempat menegur Suni beberapa hari sebelumnya, agar meminta fotokopi KTP atau kartu keluarga (KK), agar berjaga-jaga dari kejadian yang tidak diinginkan.
7. Dugaan Perampokan
Dugaan perampokan itu disebut Fresio terjadi saat Selasa siang (16/7/2024) antara rentang waktu pukul 12.00 WIB hingga menjelang pukul 14.30 WIB. Pasalnya saat itu kondisi lokasi perkampungan padat penduduk itu tengah sepi ditinggal penghuninya beraktivitas.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat masih melakukan penyelidikan dan belum menyimpulkan adanya dugaan perampokan karena pihaknya masih proses penyelidikan, pasca olah TKP.
8. Bercak Darah di Kasur dan Dinding
Saat ditemukan suaminya, Suni mengalami luka pendarahan di kepala seperti bekas benturan. Bahkan beberapa bercak darah juga ditemukan di kasur dan dinding kamar depan. Ada bercak darah di dua tempat, di kasur banyak darah.
Hak itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat yang menyebut ada beberapa luka di bagian kepala Suni ketika polisi melakukan olah TKP. Tapi pihaknya belum menyimpulkan apakah luka itu akibat unsur dugaan kekerasan atau tidak.
“Benar ada seorang wanita meninggal dunia diperkirakan usianya 48 tahun, dengan luka di kepala, tapi perlu kami pastikan luka akibat benda tumpul atau benda tajam. Terdapat beberapa bercak darah di tubuh dan kamar depan rumahnya,” ungkapnya.
(ams)
Lihat Juga :