Petani Tembakau di Rembang Keluhkan Perusahaan Tidak Terbuka
Senin, 24 Agustus 2020 - 02:47 WIB
loading...
A
A
A
Soal keterbukaan grade tembakau, Heri merasa sudah fair, karena petani bisa langsung diskusi dengan grader. “Saat tembakau jalan, petani dan grader bisa diskusi, itu masuk kwalitas apa. Silahkan diskusi, tembakau saya sesuai dengan yang digrading nggak, “ tutur Heri. (Baca: Hadapi Hama Ulat, Petani Tembakau Kembangkan 2 Varietas)
Ia mengakui bukti kitir (kertas data tembakau-Red) tidak dirinci. Kalau ada permintaan dirinci, belum bisa disetujui tahun 2020 ini. Tapi pada prinsipnya, saat penentuan kwalitas tembakau, petani bisa komunikasi langsung dengan petugas grader. “Total kilo gram nya secara timbangan sudah ada, yang belum ada nilainya F1 berapa dan seterusnya. Belum dapat kami rinci. Monggo dikomunikasikan dengan kami. Tanya, ndak apa-apa, “ tandasnya.
Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan keluhan-keluhan petani tembakau, bisa langsung ditanyakan kepada perusahaan mitra. Cara semacam ini agar tidak terjadi sumbatan komunikasi. “Misalnya soal tembakau yang dikembalikan ke petani, itu kenapa. Petani tanya, pihak Sadana menjawab. Biar jadi bahan evaluasi bersama, “ ungkap Bupati.
Hafidz menambahkan Pemkab akan selalu memperhatikan kelangsungan petani tembakau, termasuk menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). “Khusus CSR dari Sadana sendiri, ini kan baru awal panen ya. Mungkin nanti di akhir tahun, “ pungkasnya.
Ia mengakui bukti kitir (kertas data tembakau-Red) tidak dirinci. Kalau ada permintaan dirinci, belum bisa disetujui tahun 2020 ini. Tapi pada prinsipnya, saat penentuan kwalitas tembakau, petani bisa komunikasi langsung dengan petugas grader. “Total kilo gram nya secara timbangan sudah ada, yang belum ada nilainya F1 berapa dan seterusnya. Belum dapat kami rinci. Monggo dikomunikasikan dengan kami. Tanya, ndak apa-apa, “ tandasnya.
Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan keluhan-keluhan petani tembakau, bisa langsung ditanyakan kepada perusahaan mitra. Cara semacam ini agar tidak terjadi sumbatan komunikasi. “Misalnya soal tembakau yang dikembalikan ke petani, itu kenapa. Petani tanya, pihak Sadana menjawab. Biar jadi bahan evaluasi bersama, “ ungkap Bupati.
Hafidz menambahkan Pemkab akan selalu memperhatikan kelangsungan petani tembakau, termasuk menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). “Khusus CSR dari Sadana sendiri, ini kan baru awal panen ya. Mungkin nanti di akhir tahun, “ pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :