Survei Preferensi Gen Z dan Milenial di Pilkada Pemalang, Ini Hasilnya
Senin, 15 Juli 2024 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bawaslu Waspadai Kecanggihan Artificial Intelligence di Pilkada Serentak 2024
Dalam simulasi lima calon, elektabilitas Mansyur Hidayat masih menempati urutan teratas dengan 47,3 persen. Selanjutnya, Iskandar Ali Syahbana 13,6 persen, Anom Widiyantoro 11,9 persen, Eka Prasetya Wardoyo 10,1 persen, dan Agus Sukoco 4,7 persen. Adapun yang tidak menjawab 12,4 persen.
Mansyur Hidayat kembali di posisi teratas dalam simulasi tiga nama dengan elektabilitas 52,7 persen. Di posisi kedua, Anom Widiyantoro 20,4 persen. Sedangkan di urutan ketiga Agus Sukoco dengan 17,6 persen, dan tidak memilih sebanyak 9,3 persen. Lalu, ketika disimulasikan dua nama, tidak menunjukkan hasil begitu berbeda bagi petahana.
Bagas menuturkan, yang memilih Mansyur Hidayat 59,3 persen dan Anom Widiyantoro 29,4 persen. Sebanyak 11,3 persen responden tidak menjawab atau belum menentukan pilihannya.
Bagas menilai tingginya elektabilitas petahana disebabkan oleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Mansyur Hidayat meski hanya selama 3,2 tahun.
“Ada korelasi antara kepuasan publik dan elektabilitas, secara keseluruhan, masyarakat puas dengan kinerja petahana. Tingkat kepuasan tinggi terutama terlihat dalam bidang kesehatan dengan persetujuan lebih dari 89,7 %, infrastruktur yang memuaskan sebesar 87,8 persen, pendidikan sebesar 87,3 persen, dan pertanian 81,8 persen,” tuturnya.
Dalam simulasi lima calon, elektabilitas Mansyur Hidayat masih menempati urutan teratas dengan 47,3 persen. Selanjutnya, Iskandar Ali Syahbana 13,6 persen, Anom Widiyantoro 11,9 persen, Eka Prasetya Wardoyo 10,1 persen, dan Agus Sukoco 4,7 persen. Adapun yang tidak menjawab 12,4 persen.
Mansyur Hidayat kembali di posisi teratas dalam simulasi tiga nama dengan elektabilitas 52,7 persen. Di posisi kedua, Anom Widiyantoro 20,4 persen. Sedangkan di urutan ketiga Agus Sukoco dengan 17,6 persen, dan tidak memilih sebanyak 9,3 persen. Lalu, ketika disimulasikan dua nama, tidak menunjukkan hasil begitu berbeda bagi petahana.
Bagas menuturkan, yang memilih Mansyur Hidayat 59,3 persen dan Anom Widiyantoro 29,4 persen. Sebanyak 11,3 persen responden tidak menjawab atau belum menentukan pilihannya.
Bagas menilai tingginya elektabilitas petahana disebabkan oleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Mansyur Hidayat meski hanya selama 3,2 tahun.
“Ada korelasi antara kepuasan publik dan elektabilitas, secara keseluruhan, masyarakat puas dengan kinerja petahana. Tingkat kepuasan tinggi terutama terlihat dalam bidang kesehatan dengan persetujuan lebih dari 89,7 %, infrastruktur yang memuaskan sebesar 87,8 persen, pendidikan sebesar 87,3 persen, dan pertanian 81,8 persen,” tuturnya.
Lihat Juga :