GAMKI Apresiasi Penayangan Danau Toba ke Layar Lebar
Jum'at, 12 Juli 2024 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum film ‘Harta, Tahta, Boru Ni Raja’, tercatat beberapa film dibuat dengan mengambil latar Danau Toba, antara lain ’Toba Dreams’ (2015), ’Pariban: Idola dari Tanah Jawa’ (2019), ’Nariti: Romansa Danau Tob’a (2022), serta ’Ngeri-Ngeri Sedap’ (2022).
Sahat pun mengungkapkan, dari pesatnya perkembangan dunia film nasional, GAMKI bisa berkolaborasi dengan para senior dunia sineas untuk menggelar festival film pendek mengangkat keindahan pariwisata Indonesia.
”Ada 270 cabang GAMKI siap bekerja sama mengembangkan potensi skill perfilman dan kekayaan pariwisata yang dimiliki setiap daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut BPODT menganggap danau toba adalah identitas diri yang akan selalu melekat di hidup kita. ”Danau Toba ini tempat wisata luar biasa. Sangat unik. Tercipta sebagai danau kawah vulkanik hasil letusan mahadahsyat dari gunung purba terbesar sedunia, yakni Gunung Toba pada 74 ribu tahun lampau,” urainya.
Sementara di kesempatan yang sama, Jimmy Panjaitan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menegaskan, penetapan Danau Toba jadi kawasan wisata super prioritas bukan karena politis, tapi karena keistimewaan destinasi wisata itu sendiri.
”Karena itu, kami perlu sampaikan bahwa Danau Toba ini milik seluruh orang Indonesia, bukan hanya milik orang Batak atau suku-suku di sekitar Toba saja. Di sinilah seharusnya semua pemangku kepentingan memiliki peran besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia, termasuk Danau Toba,” ungkapnya.
Agustinus Sitorus, produser dan sutradara film bersama dengan perusahaannya, Pariban Indo Media (PIM) Picture, yang mencintai daerah asalnya, Toba, menjelaskan bahwa dirinya ingin turut mempromosikan keindahan alam kawasan Danau Toba bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan membuat film di 8 kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba.
Sahat pun mengungkapkan, dari pesatnya perkembangan dunia film nasional, GAMKI bisa berkolaborasi dengan para senior dunia sineas untuk menggelar festival film pendek mengangkat keindahan pariwisata Indonesia.
”Ada 270 cabang GAMKI siap bekerja sama mengembangkan potensi skill perfilman dan kekayaan pariwisata yang dimiliki setiap daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut BPODT menganggap danau toba adalah identitas diri yang akan selalu melekat di hidup kita. ”Danau Toba ini tempat wisata luar biasa. Sangat unik. Tercipta sebagai danau kawah vulkanik hasil letusan mahadahsyat dari gunung purba terbesar sedunia, yakni Gunung Toba pada 74 ribu tahun lampau,” urainya.
Sementara di kesempatan yang sama, Jimmy Panjaitan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menegaskan, penetapan Danau Toba jadi kawasan wisata super prioritas bukan karena politis, tapi karena keistimewaan destinasi wisata itu sendiri.
”Karena itu, kami perlu sampaikan bahwa Danau Toba ini milik seluruh orang Indonesia, bukan hanya milik orang Batak atau suku-suku di sekitar Toba saja. Di sinilah seharusnya semua pemangku kepentingan memiliki peran besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia, termasuk Danau Toba,” ungkapnya.
Agustinus Sitorus, produser dan sutradara film bersama dengan perusahaannya, Pariban Indo Media (PIM) Picture, yang mencintai daerah asalnya, Toba, menjelaskan bahwa dirinya ingin turut mempromosikan keindahan alam kawasan Danau Toba bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan membuat film di 8 kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba.
Lihat Juga :