Ribuan Angkot di Malang Terancam Mati, Sopir Ketar-ketir
Rabu, 10 Juli 2024 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
"Teman-teman sopir angkot kita bersifat manual, yang selama ini kendaraan itu kendaraan milik pribadi, dijalankan sendiri, biaya operasional sendiri, mereka membiayai dirinya sendiri semuanya," ungkap Widjaja.
Untuk mengatasi masalah ini, Dishub Kota Malang dan Pemkot Malang tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengembangkan program By The Service (BTS).
Program BTS ini bertujuan untuk mengubah angkot menjadi transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu, dengan berbagai fasilitas seperti pendingin udara (AC), WiFi, dan penggajian sopir berdasarkan upah minimum kota (UMK) Malang.
"Kami ingin angkutan umum yang ada di Kota Malang dapat kita selesaikan, karena kita tahu sendiri transportasi publik di kota Malang semakin menurun, dan semakin tidak jelas arahnya," ujar Wahyu Hidayat, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang.
Untuk mengatasi masalah ini, Dishub Kota Malang dan Pemkot Malang tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengembangkan program By The Service (BTS).
Program BTS ini bertujuan untuk mengubah angkot menjadi transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu, dengan berbagai fasilitas seperti pendingin udara (AC), WiFi, dan penggajian sopir berdasarkan upah minimum kota (UMK) Malang.
"Kami ingin angkutan umum yang ada di Kota Malang dapat kita selesaikan, karena kita tahu sendiri transportasi publik di kota Malang semakin menurun, dan semakin tidak jelas arahnya," ujar Wahyu Hidayat, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang.
(hri)
Lihat Juga :