Herman Deru Bangun GSC dan Renovasi Stadion di OKU Timur
Minggu, 23 Agustus 2020 - 14:44 WIB
loading...
Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sport Center (GSC) Martapura dan rehabilitasi stadion miniTebat Sari Kabupaten OKU Timur, Sabtu (22/8).
A
A
A
MARTAPURA - Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sport Center (GSC) Martapura dan rehabilitasi stadion miniTebat Sari Kabupaten OKU Timur, Sabtu (22/8).
Pembangunan GSC Kecamatan Martapura dan rehabilitasi stadion mini Tebat Sari Kabupaten OKU Timur tersebut dilakukan untuk mendongkrak minat olahraga masyarakan sehingga tumbuhnya bibit atlet baru yang dapat mengharumkan nama OKU Timur khususnya Sumsel dikancah nasional maupun internasional.
"Ini sebagai pemantik semangat pemuda yang memiliki bakat terpendam dalan bidang olahraga. Disinilah nanti para calon atlet digembleng dan diberikan edukasi baik teknik maupun jasmani sehingga bisa melahirkan atlet yang bisa membanggakan Sumsel. Ini juga cara kita mencari atlet berbakat," kata Herman Deru.
Menurut HD, pembangunan infrastuktur dan sarana olahraga harus dilakukan secara merata di seluruh daerah di Sumsel, terutama daerah baru yang belum memiliki GSC.
"Catatan saya ada 10 kabupaten dan kota harus dibangun GSC ini. Salah satunya di OKU Timur. Ini (GSC) dibangun bukan untuk hiasan semata namun untuk pengembangan bibit atlet yang selama ini terpendam sehingga bisa bersaing baik nasional maupun internasional," paparnya.
Pembangunan GSC Martapura dan rehabilitasi stadion mini Tebat Sari Kabupaten OKU Timur menggunakan dana CSR dari PT Bukit Asam yang diberikan kepada Pemprov Sumsel.
Untuk pembangunan GSC Martapura, Pemprov Sumsel menggelontorkan sedikitnya Rp7.758.069.947 dari dana CSR tersebut. Sedangkan untuk perbaikan stadion mini Tebat Sari, Pemprov Sumsel menggelontorkan Rp8.023.967.970 yang juga diambil dari dana CSR tersebut.
Pembangunan GSC Kecamatan Martapura dan rehabilitasi stadion mini Tebat Sari Kabupaten OKU Timur tersebut dilakukan untuk mendongkrak minat olahraga masyarakan sehingga tumbuhnya bibit atlet baru yang dapat mengharumkan nama OKU Timur khususnya Sumsel dikancah nasional maupun internasional.
"Ini sebagai pemantik semangat pemuda yang memiliki bakat terpendam dalan bidang olahraga. Disinilah nanti para calon atlet digembleng dan diberikan edukasi baik teknik maupun jasmani sehingga bisa melahirkan atlet yang bisa membanggakan Sumsel. Ini juga cara kita mencari atlet berbakat," kata Herman Deru.
Menurut HD, pembangunan infrastuktur dan sarana olahraga harus dilakukan secara merata di seluruh daerah di Sumsel, terutama daerah baru yang belum memiliki GSC.
"Catatan saya ada 10 kabupaten dan kota harus dibangun GSC ini. Salah satunya di OKU Timur. Ini (GSC) dibangun bukan untuk hiasan semata namun untuk pengembangan bibit atlet yang selama ini terpendam sehingga bisa bersaing baik nasional maupun internasional," paparnya.
Pembangunan GSC Martapura dan rehabilitasi stadion mini Tebat Sari Kabupaten OKU Timur menggunakan dana CSR dari PT Bukit Asam yang diberikan kepada Pemprov Sumsel.
Untuk pembangunan GSC Martapura, Pemprov Sumsel menggelontorkan sedikitnya Rp7.758.069.947 dari dana CSR tersebut. Sedangkan untuk perbaikan stadion mini Tebat Sari, Pemprov Sumsel menggelontorkan Rp8.023.967.970 yang juga diambil dari dana CSR tersebut.
Lihat Juga :