Nasib Warga Cluster Grand Alifia Bogor: Rumah Lunas, Sertifikat Nggak Jelas
Rabu, 03 Juli 2024 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
"Komplain juga kayaknya susah gitu ya. Nggak terlalu ditanggepin banget. Makanya kita juga ada renovasi-renovasi sendiri," tambahnya.
Harapan pria itu sedikit membuncah kala dia mendengar kabar pihak pengembang membagi-bagikan sertifikat pada November 2023 lalu. Dia berharap namanya masuk dalam daftar penerima sertifikat mengingat dirinya membeli rumah secara cash. Pasalnya, dia mendapat informasi pihak pengembang menjanjikan bagi pemilik yang rumahnya sudah lunas langsung dapat sertifikat.
Namun, kenyataan tidaklah sesuai harapan. Namanya tidak masuk dalam daftar. Dia menanyakan hal itu kepada pihak developer.
"Oh iya nanti hubungi aja CRM, nanti dari CRM yang akan menjelaskan, tapi surat bapak lagi diproses," ujar Eko menirukan pernyataan pihak developer.
Dia mencoba mengikuti arahan yang diterimanya. Awalnya dia dijanjikan bahwa sertifikat rumahnya akan selesai dalam jangka waktu 6 bulan. Namun setelah 6 bulan menunggu kabar dan kemudian kembali menghubungi pihak develepor dia tidak mendapatkan jawaban.
"Bulan Juni ya Juni atau Mei gitu pokoknya 6 bulan dari November itu gue tanya lagi dong. Itu tuh nggak ada respons sama sekali dari CRM," kata Eko.
Jika memang pihak Manakib Rezeki mengalami kesulitan keuangan seperti selentingan kabar yang beredar, seharusnya memberikan informasi walaupun itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menyelesaikan sertifikat rumahnya.
"Itu (kabar kesulitan keuangan) malah ngebuat gue makin was-was, panik akan legalitas rumah gue kapan nih. At least dia ngejawab (WA) deh, padahal beberapa kali gue lihat online tapi nggak dibales. Wah ini berarti nggak ada iktikad baik, at least ngejelasin deh ke kami," ujarnya.
Eko pun ingin melihat sampai sejauhmana pihak pengembang bertanggung jawab. "Kalau memang nggak bisa ya disampaikan aja nggak bisa minta waktu atau apa. Ini kan nggak ada. Betul-betul putus gitu hubungan komunikasinya," katanya.
Harapan pria itu sedikit membuncah kala dia mendengar kabar pihak pengembang membagi-bagikan sertifikat pada November 2023 lalu. Dia berharap namanya masuk dalam daftar penerima sertifikat mengingat dirinya membeli rumah secara cash. Pasalnya, dia mendapat informasi pihak pengembang menjanjikan bagi pemilik yang rumahnya sudah lunas langsung dapat sertifikat.
Namun, kenyataan tidaklah sesuai harapan. Namanya tidak masuk dalam daftar. Dia menanyakan hal itu kepada pihak developer.
"Oh iya nanti hubungi aja CRM, nanti dari CRM yang akan menjelaskan, tapi surat bapak lagi diproses," ujar Eko menirukan pernyataan pihak developer.
Dia mencoba mengikuti arahan yang diterimanya. Awalnya dia dijanjikan bahwa sertifikat rumahnya akan selesai dalam jangka waktu 6 bulan. Namun setelah 6 bulan menunggu kabar dan kemudian kembali menghubungi pihak develepor dia tidak mendapatkan jawaban.
"Bulan Juni ya Juni atau Mei gitu pokoknya 6 bulan dari November itu gue tanya lagi dong. Itu tuh nggak ada respons sama sekali dari CRM," kata Eko.
Jika memang pihak Manakib Rezeki mengalami kesulitan keuangan seperti selentingan kabar yang beredar, seharusnya memberikan informasi walaupun itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menyelesaikan sertifikat rumahnya.
"Itu (kabar kesulitan keuangan) malah ngebuat gue makin was-was, panik akan legalitas rumah gue kapan nih. At least dia ngejawab (WA) deh, padahal beberapa kali gue lihat online tapi nggak dibales. Wah ini berarti nggak ada iktikad baik, at least ngejelasin deh ke kami," ujarnya.
Eko pun ingin melihat sampai sejauhmana pihak pengembang bertanggung jawab. "Kalau memang nggak bisa ya disampaikan aja nggak bisa minta waktu atau apa. Ini kan nggak ada. Betul-betul putus gitu hubungan komunikasinya," katanya.
(jon)
Lihat Juga :