Inovatif, Tim Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Terapi Tulang Belakang Berbasis IoT
Senin, 01 Juli 2024 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada implementasinya, pasien juga diberikan panduan dan buku harian “My Bone” untuk memantau aktivitas, perasaan, penggunaan brace, dan pola makan anak. Keluarga juga terlibat dengan memberikan stiker Bintang jika anak berhasil memenuhi misi harian.
Setiap 3 hari, tim akan berkunjung ke rumah dan memberikan terapi bermain sekaligus penghargaan dalam bentuk Bintang yang lebih besar. Keluarga juga mendapatkan edukasi, konsultasi, dan dukungan emosional melalui berbagai modul dan aplikasi.
“Saat ini kami sedang proses mengajukan HAKI sebanyak lima yaitu tiga buah modul untuk keluarga, pasien, serta tenaga kesehatan, satu manual book, dan dua program komputer berupa WhatsApp Bot Care serta Aplikasi. Semoga PATEN yang kami ajukan sebanyak tiga draft juga disetujui dalam waktu dekat ini,” paparnya.
Pengembangan “Posturecare” ini telah direkomendasikan dan dikonsultasikan oleh para ahli sebanyak 12 praktisi, mulai dari dokter spesialis bedah syaraf, hingga spesialis keperawatan anak dan keperawatan kronis.
Inovasi ini juga berhasil meraih dana dari pemerintah dari Program Karya Mahasiswa (PKM) Karya Inovatif (KI) di bawah bimbingan Nurussa’adah dari Teknik Elektro.
"Dengan PostureCare, diharapkan anak-anak baik dengan kifosis maupun tidak dapat memperoleh tindakan pencegahan, sekaligus penanganan yang optimal dan meminimalkan risiko komplikasi di masa depan," jelasnya.
"Inovasi ini menjadi jawaban terhadap tantangan kesehatan yang muncul akibat perubahan gaya hidup selama pandemi, membawa terobosan dalam terapi, dan pemantauan kelainan tulang belakang khususnya pada Kifosis," pungkasnya
Setiap 3 hari, tim akan berkunjung ke rumah dan memberikan terapi bermain sekaligus penghargaan dalam bentuk Bintang yang lebih besar. Keluarga juga mendapatkan edukasi, konsultasi, dan dukungan emosional melalui berbagai modul dan aplikasi.
“Saat ini kami sedang proses mengajukan HAKI sebanyak lima yaitu tiga buah modul untuk keluarga, pasien, serta tenaga kesehatan, satu manual book, dan dua program komputer berupa WhatsApp Bot Care serta Aplikasi. Semoga PATEN yang kami ajukan sebanyak tiga draft juga disetujui dalam waktu dekat ini,” paparnya.
Pengembangan “Posturecare” ini telah direkomendasikan dan dikonsultasikan oleh para ahli sebanyak 12 praktisi, mulai dari dokter spesialis bedah syaraf, hingga spesialis keperawatan anak dan keperawatan kronis.
Inovasi ini juga berhasil meraih dana dari pemerintah dari Program Karya Mahasiswa (PKM) Karya Inovatif (KI) di bawah bimbingan Nurussa’adah dari Teknik Elektro.
"Dengan PostureCare, diharapkan anak-anak baik dengan kifosis maupun tidak dapat memperoleh tindakan pencegahan, sekaligus penanganan yang optimal dan meminimalkan risiko komplikasi di masa depan," jelasnya.
"Inovasi ini menjadi jawaban terhadap tantangan kesehatan yang muncul akibat perubahan gaya hidup selama pandemi, membawa terobosan dalam terapi, dan pemantauan kelainan tulang belakang khususnya pada Kifosis," pungkasnya
(shf)
Lihat Juga :