alexametrics

Pengembangan Organisasi

Komite Seni Budaya Nusantara Turut Perkuat Identitas Budaya Lokal

loading...
Komite Seni Budaya Nusantara Turut Perkuat Identitas Budaya Lokal
Komite Seni Budaya Nusantara Turut Perkuat Identitas Budaya Lokal
A+ A-
JAYAPURA - Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) terus memperkuat dan mengembangkan organisasinya di kawasan timur Indonesia. Setelah membentuk KSBN Maluku Utara pada 2017, pekan lalu giliran DPD KSBN Papua dan DPC KSBN Kabupaten Merauke yang diresmikan.

Ketua Umum KSBN Pusat Hendardji Soepandji melantik langsung Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal sebagai Ketua KSBN Provinsi Papua di Jayapura, Kamis (9/5). Sementara pada hari berikutnya, Jumat (10/5), giliran Wagub Papua Klemen yang melantik Ketua KSBN Merauke Ian Gebze di Merauke.

Hendardji menyatakan, pembentukan organisasi KSBN di seluruh Indonesia itu tak lepas dari upaya mengawal UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan pembentukan KSBN-KSBN daerah, terlebih melibatkan pemerintahan daerah setempat, maka amanat UU untuk menjaga kearifan lokal akan mudah tercapai.



“Perkumpulan ini dibentuk untuk menjembatani antara kepentingan pemerintah dan kepentingan masyarakat dalam pembangunan berbasis budaya, serta menerjemahkan UU No. 5/2017 agar Indonesia memiliki ketahanan budaya dan mampu memberikan kontribusi di tengah peradaban dunia,” ujarnya seusai melantik Ketua DPD KSBN Papua Klemen Tinal di Jayapura, Papua, akhir pekan lalu.

Hendardji juga sangat mengapresiasi Klemen yang siap memimpin KSBN Papua di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Papua. Menurutnya, pembangunan nasional dan daerah akan berjalan baik apabila pemerintah serta masyarakat bersinergi dalam pembangunan.

“Dalam meningkatkan daya saing global di kancah internasional, maka melalui Bapak Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Papua, KSBN berharap agar nilai-nilai tradisi yang hidup di bumi cendrawasih terus tumbuh dan berkembang memaknai kehidupan di Papua sebagai bagian dari jati diri bangsa yang sesuai dengan UU No. 5/2017,” ujarnya.

Hendardji juga menegaskan, pihaknya akan terus mendorong kearifan lokal Papua bisa tampil di ajang internasional. Bahkan, dia sudah menjadwalkan seni budaya Papua tampil pada lawatan budaya di Kairo, Mesir, September mendatang.

Di sisi lain, dengan menjadi Ketua DPD KSBN, Wagub Papua Klemen berjanji akan terus menjaga kearifan lokal Papua. Bahkan, pada pelaksanaan PON 2020 di Papua, pemprov akan menampilkan kearifan lokal Papua saat pembukaan dan penutupan ajang olahraga multievent nasional itu di hadapan peserta dari 34 provinsi.

“Kami akan kerahkan masyarakat Papua mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa saat pembukaan dan penutupan PON nanti. Bahkan, mulai 100 hari jelang pembukaan, kami akan gerakkan semuanya untuk mengampanyekan ajang multievent olahraga empat tahunan tersebut,” ujar Klemen seusai melantik Ketua DPC KSBN Merauke Ian Gebze di Merauke, Papua, Jumat (10/5).

Menurut Ketua DPD KSBN Papua itu, PON 2020 adalah momentum sangat penting bagi Papua untuk mengenalkan kearifan lokal yang mereka miliki mulai dari seni, budaya, ciri khas daerah, hingga produk-produk potensial di provinsi itu. Apalagi perhelatan olahraga terakbar tersebut akan dilangsungkan di lima daerah kota dan kabupaten di Papua, yakni Kota Jayapura serta Kabupaten Mimika, Biak, Jayawijaya, dan Merauke.

“Dalam event itu diperkirakan akan hadir 20–40 ribu orang di Papua untuk mengikuti ajang multievent nasional empat tahunan itu. Karenanya, kami akan menggerakkan seluruh potensi di sini untuk menyambut sekaligus mengampanyekan kearifan lokal yang kami miliki,” kata Klemen.

Pada saat pembukaan dan penutupan PON misalnya, pemprov sudah merancang kegiatan spektakuler dengan memunculkan keragaman budaya yang melibatkan masyarakat di sana. Begitu pula dari sisi produk, pemprov akan terus menggali dan mengemas ciri khas Papua agar lebih marketable.

Sebut saja, buah pinang, matoa, dan buah merah, akan dikemas semenarik mungkin sehingga bisa diterima para peserta dari 34 provinsi. Begitu juga kerajinan-kerajinan khas mereka, seperti noken dan tifa, akan menjadi ikon kearifan lokal yang dipromosikan di ajang itu.

“Kami akan menggerakkan seluruh potensi kearifan lokal. Kami dalam hal ini panitia besar PON akan membeli produk-produk masyarakat, seperti noken dan tifa, untuk menjadi suvenir bagi para tamu kita nanti. Karena itu, kami berharap seluruh daerah bisa terus berkreasi dengan kearifan lokal yang kita miliki,” tutur Wagub Klemen.

Namun jelas, wagub berharap keterlibatan penuh dari masyarakat akan memberikan kenyamanan bagi orang-orang yang datang ke tanah Papua. Tentu keramahtamahan itu bukan hanya saat berlangsungnya PON 2020, tapi juga setiap saat kunjungan tamu ke Tanah Cendrawasih. “Kami ingin menunjukkan keramahtamahan budaya Papua kepada para tamu. Kami ingin mereka selalu merasa nyaman selama berada di tanah Papua,” kata Klemen.

Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze menyambut baik keinginan Wagub Klemen untuk membeli produk-produk yang jadi kearifan lokal daerahnya. Dia pun siap menggerakkan warganya untuk terus berkreasi. “Sampai 2020, kami siap menyediakan sampai 1.000 tifa. Bahkan, kami juga akan memproduksi kostum dan peralatan sebagai cinderamata,” ujarnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak