Polda Metro Buka Peluang Gabungkan 2 Perkara Ibu Cabuli Anak Kandung

Selasa, 25 Juni 2024 - 17:23 WIB
loading...
Polda Metro Buka Peluang...
Polisi membuka peluang menggabungkan kasus tindak pidana pencabulan ibu terhadap anak kandung sendiri yang kemudian videonya viral. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polisi membuka peluang menggabungkan kasus tindak pidana pencabulan ibu terhadap anak kandung sendiri yang kemudian videonya viral. Penggabungan dilakukan jika ditemukan adanya kesamaan dalam kasus tersebut.

"Sementara ini nanti akan lihat ya irisan dari 2 perkara yang dimaksud nanti kita akan lihat irisannya," ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Selasa (25/6/2024).

Baca juga: Polda Metro Duga Ada Sindikat pada Kasus Pencabulan Ibu terhadap Anak Kandung

Namun saat ini, kata Ade, Tim Subdit Siber Ditkrimsus Polda Metro Jaya masih melakukan penanganan sendiri untuk melakukan pengejaran pada pelaku.

"Saat ini khusus yang ditangani penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kita masih melakukan tracing kepada semua pelaku yang diduga terlibat," jelasnya.

Ade menduga ada sindikat dalam kasus dua ibu yang melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak kandung sendiri yang kemudian videonya viral. Para sindikat diduga menggunakan video asusila tersebut untuk dipasarkan di sosial media (medsos).

"Tidak menutup kemungkinan ada sindikat ataupun jaringan dalam tindak pidana yang terjadi ini," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Syafri Simanjuntak, Selasa (25/6/2024).

Diketahui, terdapat dua kasus yang viral dan kini diusut aparat. Kasus pertama yakni seorang ibu berinisial R (22) di Tangerang Selatan yang mencabuli anaknya yang berusia 4 tahun. Kasus kedua yakni seorang ibu berinisial AK (26) di Kabupaten Bekasi yang mencabuli anak kandungnya yang berusia 10 tahun.

Kedua pelaku nekat membuat video asusila dengan anaknya lantaran diiming-imingi sejumlah uang oleh pemilik akun medsos yang hingga kini belum diketahui sosoknya.

Akun Facebook tersebut bernama 'Icha Shakila' dicari-cari polisi karena diduga menjadi dalang kasus video viral pencabulan anak di bawah umur oleh ibu kandung.

Baca juga: Miris! Bocah Perempuan 10 Tahun Jadi Korban Pencabulan Pria Paruh Baya di Bekasi

Dari pengakuan kedua wanita yang telah jadi tersangka tersebut, Akun Icha Shakila-lah yang mengancam akan menyebarkan foto bugil R dan AK jika tidak menuruti perintahnya untuk bersetubuh sang anaknya. Akun Facebook Icha Shakila juga disebutkan akan memberi uang jika keduanya melakukan permintaannya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Israel Bunuh Ibu dan...
Israel Bunuh Ibu dan Anak di Gereja, Paus Fransiskus: Ini Terorisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved